INILAHKORAN, Garut-Setidaknya 30 unit rumah penduduk di tiga desa di Kecamatan Cisurupan dan di satu desa di Kecamatan Cikajang diterjang banjir luapan sungai Cimanuk menyusul hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Rabu (23/3/2022).
Tidak ada korban jiwa maupun meninggal. Namun sejumlah warga sempat diungsikan ke tempat aman akibat kejadian tersebut.
Di Kampung Muara Desa Sukawargi Kecamatan Cisurupan terdapat sebanyak 12 unit terdampak banjir dengan jumlah penghuni sebanyak 13 kepala keluarga (kk) atau setara 47 jiwa. Sebanyak empat kk setara 13 jiwa di antaranya sempat mengungsi di rumah penduduk lainnya yang dinilai aman, dan di Madrasah Nurul Hidayah.
Di Desa Mekarsari Kecamatan Cikajang terdapat sebanyak tujuh rumah dihuni sebanyak sebelas kk setara 42 jiwa terdampak. Mereka sempat mengungsi di aula pemerintah desa setempat. Di sana juga terdapat sebuah pos ronda terdampak.
Di Kampung Leles Desa Mekarsari Kecamatan Cikajang terdapat sebanyak tiga unit rumah terdampak dihuni sebanyak tiga kk setara sepuluh jiwa. Mereka sempat mengungsi ke rumah keluarganya dinilai aman.
Di Kampung Cimanuk Desa Sukatani Kecamatan Cisurupan terdapat sebanyak enam unit rumah terdampak dengan penghuni sebanyak delapan kk setara 31 jiwa. Tidak ada yang mengungsi.
Di Kampung Sukasari Desa Cisurupan Kecamatan Cisurupan terdapat sebanyak dua unit rumah terdampak berpenghuni sebanyak dua kk setara delapan jiwa. Akibat rumahnya terdampak longsoran tinggi, semuanya mengungsi mandiri di keluarga masing-masing yang dinilai aman.
Dalam peristiwa banjir itu sebuah jembatan gantung/penyeberangan menghubungkan Desa Mekarsari Cikajang dengan Desa Sukatani Cisurupan juga rusak berat dan hanyut diseret arus sungai yang deras.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut Satriabudi, mengatakan, dukungan logistik dari Dinas Sosial (Dinsos) Garut dan BPBD Garut untuk pemenuhan warga penyintas banjir di dua kecamatan itu telah didistribusikan melalui masing-masing pemerintahan desa.
"Sementara dukungan logistik dari Dinsos dan dari BPBD untuk pemenuhan penyintas telah didistribusikan melalui pemerintahan desa. Berupa karpet, selimut, matras, beras, mie instant, kue, air mineral, paket sembako, (dan) mievibstanr kemasan siap seduh," ujarnya, Kamis (24/2/2022).
Sebelumnya, dia menyebutkan, banjir di wilayah perbatasan Cisurupan dengan Cikajang itu sering terjadi jika hujan deras turun cukup lama. Hal itu selain letaknya dekat sungai Cimanuk, juga lokasi permukiman penduduknya berada di dataran lebih rendah daripada aliran sungai.
Banjir kali ini juga terjadi menyusul hujan berintensitas tinggi berlangsung lama, sejak sekitar pukul 12.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Berkenaan jembatan gantung yang rusak dan hanyut, dia menegaskan jembatan tersebut sudah dalam rencana dilakukan penggantian dengan jembatan permanen. Bahan-bahan materialnya bahkan sudah tersedia. Sehingga keberadaan jembatan penyeberangan penghubung Desa Mekarsari Cikajang dengan Desa Sukatani Cisurupan itu akan segera dibangun.(zainulmukhtar)***