Soal Pergeseran Tanah di Ciwaringin, Ini Langkah yang Diambil Bupati Imron
Bupati Cirebon Imron mengaku akan mendatangi kementerian PUPR untuk mencari solusi soal pergeseran tanah akibat aliran sungai di Ciwaringin
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon – Bupati Cirebon Imron langsung menuju lokasi banjir yang menyebabkan longsor akibat pergeseran tanah di Desa Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.
Kejadian longsor akibat berubahnya kelokan Sungai Ciwaringin terjadi di RT 02 RW 01 Desa dan Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.
Bupati Cirebon, Imron yang turun langsung ke lokasi kejadian mengatakan, pergeseran tanah ini terjadi di dua desa Kecamatan Ciwaringin yaitu di Desa Babakan dan Desa Ciwaringin.
"Hal itu di akibatkan dari aliran sungai Ciwaringin dan sudah puluhan tahun sungai ini menggerus tanah di lokasi kejadian, karena lokasi ini tepat pada cekungan sungai Ciwaringin," paparnya, Senin 7 Maret 2022.
Baca Juga: Wajib Dicoba! Model Rambut Poni 7 Idol K-Pop Ini Bisa Jadi Inspirasi Bagi Anda
Parahnya lagi kata Imron, sudah puluhan tahun juga sungai di lokasi kejadian belum di normalisasi oleh pihak terkait. Untuk itu, dalam waktu dekat dirinya akan berangkat ke Jakarta untuk menemui kementerian PUPR guna mencari solusi.
"Mau tidak mau kami harus ke Kementerian PUPR untuk mencari solusi," ungkapnya.
Dia berharap, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar bisa menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai kata dia, masyarakat dirugikan karena sudah tidak bisa menempati lagi kediamannya akibat mengalami kerusakan parah.
"Kami pemerintah sudah menyalurkan sejumlah sembako, ada rencana juga untuk merelokasi sejumlah warga yang terdampak akibat pergeseran tanah ini," ucapnya.
Menyikapi kejadian itu, dia juga sudah memerintahkan SKPD terkait, untuk bisa segera turun membantu masyarakat dan mencari solusi yang terbaik.
Baca Juga: Soal Isu Kopi Mengandung Paracetamol, Dinkes Ingatkan Warga Teliti Saat Konsumsi Makanan dan Minuman
"Sudah saya perintahkan dinas PUTR, DPMD, BPD dan dinas lainnya untuk segera turun, kepentingan masyarakat harus diutamakan dalam kejadian ini," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ciwaringin Wawan Gunawan mengungkapkan, kejadian tersebut sudah berlangsung lama akibat arus sungai. Apalagi setiap tahun sering banjir dan rumah warga terkena dampak selama bertahun-tahun.
"Sudah diusulkan ke pemerintah daerah sama kami untuk mencari solusi. Akan tetapi sampai saat ini belum ada tindakan yang nyata," akunya.
Dia menambahkan, dari yang terdampak tanah longsor bentuk kerugian sudah mencapai Rp600 juta. Hal itu karena sejumlah rumah sudah tidak dapat ditempati lagi.
Akibat pergerakan tanah, sekitar lokasi kejadian berujung pada bencana longsor. Sehingga warga yang terdampak sementara waktu diungsikan.
"Kami akan merelokasi warga tapi masih nunggu keputusan dari pemerintah daerah. Ada 15 bangunan habis akibat pergeseran tanah ini," tukasnya. (maman suharman)
Editor : inilahkoran


