Penyerangan Kiai Di Indramayu Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi

SRN, pria 33 tahun di Indramayu, ditangkap dan ditahan usai menyerang dan melukai KH Farid Ashr Waddahr dan keluarganya.

Penyerangan Kiai Di Indramayu Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi
ilustrasi borgol



INILAHKORAN, Bandung - SRN, pria 33 tahun di Indramayu, ditangkap dan ditahan usai menyerang dan melukai KH Farid Ashr Waddahr dan keluarganya.

Tindakannya itu, dilatarbelakangi karena perbedaan pemahaman soal wirid. Aksi SRN direspon banyak oleh banyak kalangan masyarakat. Polisi pun meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi.

"Jangan terprovokasi dengan adanya kejadian ini," kata Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo, Sabtu (12/3/2022).

Baca Juga: Jadwal Acara TV yang Tayang Hari Ini Sabtu 12 Maret 2022, RCTI

Ibrahim mengatakan, proses hukum terhadap pelaku, kini masih terus berlangsung. Sementara itu, usai penyerangan, kekinian KH Farid Ashr Waddahr dan keluarganya, masih menjalani perawatan.

"Kita doakan semoga pak Kiai cepat sembuh dan cepat beraktivitas kembali," ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang Kiai di pondok pesantren Indramayu menjadi korban pembacokan. Tak hanya satu orang, ada tiga orang lainnya termasuk istri dan santri yang jadi korban pembacokan.

Baca Juga: Jadwal Acara TV yang Tayang Hari Ini Sabtu 12 Maret 2022, NET TV

Kejadian itu, terjadi, di Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu pada Selasa (8/3/2022) malam sekitar pukul 21.30 WIB. (caesar yudistira)***


Editor : inilahkoran