Harga Daging Semakin Mahal, DPRD Dorong Pemerintah Fasilitasi Pengadaan Daging Sapi

DPRD Kabupaten Cirebon mendorong pemerintah untuk menyetabilkan harga dagiing sapi yang saat ini harganya mulai naik terus

Harga Daging Semakin Mahal, DPRD Dorong Pemerintah Fasilitasi Pengadaan Daging Sapi
DPR Kabupaten Cirebon mendorong pemerintah untuk memfasilitasi pengadaan daging sapi yang mulai mahal.

INILAHKORAN, Cirebon - Sampai saat ini harga daging di tingkat penjagal maupun pedagang pasar di Kabupaten Cirebon masih tinggi. Untuk menyetabilkan harga, pemerintah pusat dinilai perlu untuk memfasilitasi pengadaan daging sapi tersebut. Apalagi menjelang Ramadan.

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Muhammad Ridwan, secara tegas meminta pemerintah pusat segera mengatasi masalah tingginya harga daging yang kini menjadi keluhan masyarakat termasuk daging sapi, tak hanya soal minyak goreng.

"Kenaikan harga daging sapi ini tidak hanya memberi dampak bagi kalangan menengah ke atas, khususnya mendekati bulan ramadan," kata Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi PKS, Minggu 20 Maret 2022.

Baca Juga: Sesumbar Pembunuhan Subang Mengarah ke Pelaku, Kapolda Jabar Janji Sebelum Ramadan Terungkap

Menurutnya, walaupun daging sapi merupakan konsumsi kelas ekonomi ke atas, namun ketika bulan Ramadan dan idul fitri menjadi konsumsi semua komunitas. Bahkan, daging sapi juga merupakan kebutuhan rutin pedagang kaki lima hingga kedai dan restoran.

"Artinya patut diperhitungkan oleh pemerintah pusat. Mulai dari memfasilitasi pengadaan sapi impor dan lokal," ungkapnya.

Hal senada dikatakan Dosen Bidang Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Bastoni. Menurutnya, kenaikan harga daging sapi ini seharusnya diakali dengan mencari sapi impor dari negara lainnya seperti Brazil. Sementara selama ini, Pemerintah hanya mengandalkan sapi dari Australia saja.

Baca Juga: Bakti Untuk Negeri, Bikers Brotherhood 1% MC Ajak Masyarakat Lakukan Kegiatan Sosial Kemanusiaan

"Bisa saja diakali dari negara selain Australia, seperti Brazil dan beberapa negara lainnya. Sehingga kebutuhan sapi jelas dan daging sapi pun tersedia," jelasnya.

Sementara itu, naiknya harga daging sapi pun membuat Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon, di Battembat Kecamatan Tengahtani, setiap harinya sepi.

Tak hanya itu, kenaikan harga daging sapi juga berimbas pada sepinya pembeli di pasaran. Seperti diketahui, harga sapi impor hingga daging sapi impor beku harganya melonjak. Begitu juga dengan harga sapi Jawa atau lokal sama.

Ketua Pelaksana RPH Battembat Tengahtani, Untung, beberapa waktu lalu mengakui, kenaikan harga sapi dan dagingnya berdampak pada retribusi RPH yang telah dikelolahnya. Bahkan, jika dipersentasekan, penurunannya hingga mencapai 25 sampai 30 persenan.

"Kita kan hanya fasilitas dari Pemda jadi tidak rugi. Tapi ya turun, kurang lebihnya ya segitu antara 25 sampai 30 persenan. Kalau penyembelihan minimal melayani sehari biasanya 3 ekor bisa jadi 2 atau 1 ekor saja," tukasnya. (maman suharman)


Editor : inilahkoran