Uji Kompetensi Pegawai, Ratusan ASN Pemkab Cirebon Kembali Mengikuti Ujikom

Ratusan ASN Pemkab Cirebon kembali mengikuti gelar Ujikom menuju merit system dan untuk meratakan semua kompetensi pejabat

Uji Kompetensi Pegawai, Ratusan ASN Pemkab Cirebon Kembali Mengikuti Ujikom
Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon Hilmi Rivai menyebutkan hampir sekitar 715 orang ASN dilingkungan Pemkab Cirebon mengikuti Uji Kompetensi (Ujikom), Senin 28 Maret 2022.

INILAHKORAN, Cirebon - Hampir sekitar 715 orang ASN dilingkungan Pemkab Cirebon mengikuti Uji Kompetensi (Ujikom), Senin 28 Maret 2022.

Ujikom yang diikuti ratusan ASN dilakukan di Aula BKPSDM Pemkab Cirebon, dan itu disiapkan untuk menuju merit system dan  memeratakan potensi serta kopetensi masing-masing pegawai.

"Ujikom sekarang ini sebagai data dasar dalam aplikasi Sistim Informasi Pengukuran Kinerja (Sipeka). Ini merupakan perangkat formulasi dan tabulasi," kata Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon, Hilmi Rivai.

Baca Juga: Cegah Kerumunan Selama Ramadan, Dishub Kota Bandung Bakal Gelar Penertiban Parkir Liar

Hilmi menjelaskan, Ujikom kali ini diikuti oleh pejabat struktural esselon 3 dan esselon 4. Mereka dinilai dari sisi kualifikasi, kompetensi serta kinerjanya. Ini dilakukan oleh sebuah sistim yang telah disusun oleh asesor. Nantinya, nilai muncul secara otomatis dan siapun tidak bisa mengintervensi hasil penilaian tersebut.

"Nantinya akan muncul di box satu sampai sembilan. Tapi yang paling bagus adalah masuk pada box 8 dan box 9. Jadi box 8 itu hanya ada kekurangan beberapa hal saja. Sedangkan box 9, nilainya sudah siap untuk menduduki jabatan tertentu," ungkapnya.

Justru dengan adanya ujikom menuju merit sytem tersebut, Hilmi mempunyai harapan, ada penilaian dari BKN. Hal itu karena, Ujikom saat ini pasti ada penilaian yang dilakukan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Apakah hasilnya standar, baik atau memang sangat baik. Kalau misalnya nilainya sangat baik, maka nantinya untuk memenuhi jabatan eselon II, tidak perlu lagi ada open bidding.

Baca Juga: Ditampar Will Smith di Panggung Oscar 2022, Chris Rock Tolak Buat Laporan ke Polisi

"Otomatis ujikom sekarang ini sedang dinilai BKN. Nah kalau nilainya sangat baik, tidak ada lagi open bidding dalam menentukan pejabat esselon II. Tapi kalau hasilnya baik, ya masih tetap nanti ada open bidding," jelasnya.

Menurutnya, Ujikom saat ini mengandung makna, sebagai komitmen Pemkab Cirebon dalam membangun manajemen ASN berdasarkan Merit System. Ini sebagai upaya terwujudnya sistem tata kelola pemerintahan yang baik di Pemkab Cirebon.

"Komitmen perubahan pemerintah daerah tidak mungkin dapat berhasil secara optimal. Ini harus ada dukungan serta partisipasi aktif seluruh pihak terkait.  Komitmen ini khususnya bagi seluruh ASN dalam menjamin keberlangsungan sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah," paparnya.

Baca Juga: Serombongan Anak Rahmat Effendi Dipanggil KPK, Ketiganya Petinggi PT AIR

Hilmi meminta, supaya kegiatan Ujikom tersebut dikaksanakan secara serius dengan penuh rasa tanggung jawab. Sebab,  tindak-lanjut dari hasil penilaian kompetensi itu, bukan sekedar sebagai tolok ukur dalam pemetaan jabatan ASN.  Namun, sesuai format perubahan struktur organisasi dan tata kelola sistem pemerintahan yang baru.

"Hasilnya nanti akan berumbas kepada semua.  Secara substantif, juga berkaitan dengan penilaian kinerja, pola karier, jenjang karier dan rencana suksesi.  Serta kesejahteraan ASN yang bersangkutan," tukasnya. (maman suharman)


Editor : inilahkoran