Respons Warga Perum BIP Cipatat Terdampak Limbah Kandang Ayam, Dinkes KBB Imbau Lakukan ini

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta warga Perum Bumi Indah Parahyangan (BIP) RT 05/12, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan selalu menutup rapat makanan serta minuman. 

Respons Warga Perum BIP Cipatat Terdampak Limbah Kandang Ayam, Dinkes KBB Imbau Lakukan ini

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta warga Perum Bumi Indah Parahyangan (BIP) RT 05/12, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan selalu menutup rapat makanan serta minuman. 

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan bau dan serbuan lalat yang diduga akibat limbah kandang ayam dari warga Perum Bumi Indah Parahyangan (BIP) belum lama ini. 

"Bagi warga yang tinggal di sekitar area peternakan unggas kami imbau untuk menjaga kebersihan lingkungan rumah dan selalu menutup rapat makanan dan minuman agar terhindar dari kontaminasi lalat," Kabid P2P Dinkes KBB, dr Nurul Rasihan, Rabu 1 September 2025.

"Selain itu harus juga melakukan pembersihan berkala di dalam maupun luar rumah," sambungnya.

Tak cuma itu, jika muncul keluhan kesehatan seperti, gangguan pernapasan, sakit kepala, atau gangguan pencernaan diharapkan segera dapat melakukan pemeriksaan. 

"Warga juga dapat memanfaatkan inovasi layanan digital Dinkes KBB melalui Agent Neng Lilis (A.I.) sarana konsultasi kesehatan maupun media pelaporan kasus atau aduan terkait gangguan lingkungan dan kesehatan," ujarnya. 

Masyarakat, sebut Nurul, bisa menghubungi layanan hotline Neng Lilis dengan nomor 085183360119. Warga hanya melakukan pengaduan secara cepat, terdokumentasi, dan dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas yang berwenang.
 
Menurutnya, Pemkab Bandung Barat melalui sejumlah perangkat daerah terkait, termasuk pemerintah kecamatan, dan desa bakal melakukan pemantauan langsung lokasi yang dikeluhkan.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap sesuai standar kesehatan.

"Tindak lanjut meliputi evaluasi sistem pengelolaan limbah peternakan, pengendalian populasi lalat, serta pengukuran kualitas udara di lingkungan sekitar," ujarnya. 

Selain itu, pihaknya juga bakal melakukan edukasi kepada masyarakat setempat tentang bahaya paparan bau, gas berbahaya dan potensi penyakit akibat lalat.

"Sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mendorong penerapan manajemen limbah unggas yang sesuai standar," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Kompleks Bumi Indah Parahyangan (BIP) Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan bau menyengat dan lalat yang diduga dihasilkan dari limbah kandang ayam dari kawasan tersebut.

Kondisi tidak nyaman itu dirasakan warga selama bertahun-tahun. Bahkan, ada beberapa yang sakit diduga akibat lalat dan bau menyengat yang dihirup setiap hari.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti