Restoran Pesawat Terbang di Kemang Bogor Gagal Dapatkan Izin Usaha, Kini Hanya Jadi Bangkai
Bangkai pesawat di Kemang Bogor yang tadinya hendak dijadikan restoran, kini tampak kotor tak terawat. Sang pemilik tak dapat izin usaha.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Gara-gara tak dapat izin usaha dirikan restoran bertema Pesawat Terbang di Kemang Bogor, seorang pengusaha harus rela aset-aset miliknya hanya jadi bangkai.
Di Kampung Humbala, Desa Pondok Udik, Kemang, Kabupaten Bogor, berserakan belasan bangkai pesawat yang ternyata sudah ada sejak tahun 2017 lalu.
Belasan bangkai pesawat itu tampak tak terurus dan kotor lantaran gagal untuk dijadikan aset usaha.
Baca Juga: Cek Dashboard Akun Masing-masing! Jadwal Pencairan Insentif Kartu Prakerja Terbaru Tahun 2022
Awalnya, belasan bangkai pesawat itu hendak dijadikan gudang barang bekas dan restoran. Sayangnya hingga saat ini belum keluar izin usaha dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Teepadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor.
"Bangkai pesawat yang ada di di Kampung Humbala RW 05, Desa Pondok Udik, Kemang itu sudah ada sejak 5 tahun lalu. Bangkai pesawat tersebut milik Teddy pengusaha asli Madura, Jawa Timur," kata warga sekitar bernama Ahmad Ali kepada wartawan, Rabu 5 Januari 2022.
Dia menerangkan, bahwa Teddy selaku pemilik bangkai pesawat sudah mengurus izin usaha pergudangan, lalu beralih ke permohonan izin usaha restoran. Namun, kedua permohonan izin usaha diatas tidak keluar.
Baca Juga: Inilah Daftar Pemain Persib di Putaran Kedua Liga 1 2021-2022
"Baik permohonan izin usaha pergudangan maupin restoran tidak diperbolehkan, padahal dia mlngontral lahan kurang lebih 1 hektare selama 10 tahun. Karena belum berizin, maka lahan tersebut hanya buat menyimpan bangkai pesawat saja," terangnya.
Diwawancara terpisah, Kepala Desa Pondok Udik Sutisna menuturkan bahwa Teddy memiliki koneksi ke Bandara Soekarno Hatta, hingga bisa mendapatkan bangkai pesawat, lalu disimpan di wilayah Kemang, Kabupaten Bogor.
"Dia punya koneksi, hingga pesawat-pesawat dari berbagai maskapai penerbangan yang tidak layak terbang dia beli selaku pengepul barang atau besi bekas," tutur Sutisna.
Ia mengaku mendukung Teddy yang ingin membangun usaha kuliner bertema pesawat terbang, hingga bisa menyerap tenaga kerja dari pemuda-pemudi Desa Pondok Udik.
"Pemdes Pondok Udik mendukung jika bangkai pesawat terbang dijadikan objek wisata kuliner atau restoran. kami yakin bakal bisa menyerap tenaga kerja, menarik minat wisatawan dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat," tambahnya.
Kabid Pengendalian Investasi DPMPTSP Kabupaten Bogor Ruslan menjelaskan bahwa ditolaknya permohonan perijinan usaha karena ketidak sesuaian dengan peruntukan lahannya.
"Suatu usaha seperti pergudangan tidak diterbitkan izin usahanya karena mungkin tidak sesuai peruntukan lahannya misalnya lahannya PP1 dan PP2, hingga tidak bisa untuk dibangun industri, lalu bisa juga karena lahan tersebut termasuk lahan pangan pertanian berkelanjutan (LP2B)," jelas Ruslan.
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, belasan hingga puluhan bangkai pesawat tersebut diangkut secara terpisah dan mengangkutnya dengan truck kontainer. Bankai pesawat model cesna dan pesawat jet penumpang ringan tersebut berasar dari Maskapai Aviastar, Sriwijaya Grup dan Sky Aviation.*** (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


