Ribuan Warga Padati Mako Brimob , Wayang Golek Jadi Perekat Polisi dan Warga

Ribuan warga memadati Lapangan Markas Komando (Mako) Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat di Jalan Raya Manonjaya-Cineam, Kecamatan Cineam,

Ribuan Warga Padati Mako Brimob , Wayang Golek Jadi Perekat Polisi dan Warga
Ribuan warga memadati Lapangan Markas Komando (Mako) Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat di Jalan Raya Manonjaya-Cineam, Kecamatan Cineam,

INILAHKORAN.ID – Ribuan warga memadati Lapangan Markas Komando (Mako) Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat di Jalan Raya Manonjaya-Cineam, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (10/7/2026) malam.


Antusiasme masyarakat terlihat dalam pagelaran akbar wayang golek yang menjadi puncak rangkaian "Pesta Rakyat" memperingati Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus Milangkala Kabupaten Tasikmalaya ke-394.


Tak hanya dihadiri warga Kabupaten Tasikmalaya, kegiatan tersebut juga menarik masyarakat dari berbagai daerah di Priangan Timur, seperti Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, hingga Kabupaten Pangandaran.


Kegiatan merupakan hasil kolaborasi Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar bersama Polres Tasikmalaya Kota, sekaligus menjadi syukuran dua tahun berdirinya Mako Batalyon D Pelopor di Cineam.


Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Kompol Ajang Suhendar, mengatakan pesta rakyat digelar sebagai bentuk kedekatan Polri dengan masyarakat sesuai tema Hari Bhayangkara ke-80, yakni "Polri Mengabdi untuk Masyarakat."


"Acara ini dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Batalyon D Pelopor bersama Polres Tasikmalaya Kota menggelar pesta rakyat untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat," ujarnya.


Menurut Ajang, pemilihan wayang golek bukan tanpa alasan. Selain sebagai warisan budaya Sunda, pertunjukan tersebut kini semakin jarang digelar karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit.


"wayang golek merupakan tradisi Tatar Sunda yang sudah mulai jarang dipentaskan. Bukan karena peminatnya berkurang, tetapi karena biaya penyelenggaraannya cukup besar. Karena itu kami berkolaborasi agar masyarakat kembali bisa menikmati kesenian ini," katanya.


Ia menambahkan, animo masyarakat melampaui ekspektasi panitia. Sejak awal, panitia menargetkan sekitar 2.000 hingga 3.000 pengunjung dan ribuan warga hadir memenuhi kawasan Mako Brimob.


Ajang juga menegaskan keberadaan Batalyon D Pelopor di Cineam tidak hanya melayani masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Wilayah pengamanan satuan tersebut mencakup hampir seluruh Priangan Timur, mulai Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, hingga Kabupaten Pangandaran.


"Kolaborasi yang baik dengan seluruh Polres jajaran di Priangan Timur menjadi bukti sinergi kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujarnya.


Di sela acara, Ajang berharap para pemangku kepentingan yang hadir dapat melihat langsung kondisi Mako Batalyon D Pelopor sehingga pembangunan sejumlah fasilitas yang masih dibutuhkan dapat memperoleh dukungan.


Ajang juga menegaskan bahwa wayang golek bukan sekadar hiburan, tetapi sarat pesan moral.


"Wayang bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan yang mengajarkan nilai kejujuran, keberanian, kepemimpinan, persatuan, dan pengabdian. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Bhayangkara sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," tegasnya.


Pesta rakyat tersebut telah berlangsung sejak Jumat pagi pukul 07.00 WIB dengan menghadirkan bazar UMKM yang menawarkan aneka kuliner dan produk fesyen lokal. Panitia juga menggelar santunan bagi anak yatim sebagai bagian dari bakti sosial serta membagikan berbagai doorprize kepada masyarakat melalui undian.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto beserta jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda. Acara berlangsung meriah sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara aparat kepolisian, Brimob, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat dari berbagai wilayah di Priangan Timur.***


Editor : JakaPermana