Beginilah Potret Suami Idaman dalam Islam, Tak Melulu Soal Nafkah
Seorang suami idaman dalam islam wajib memenuhi beberapa kriteria. Selain memenuhi nafkah keluarga, juga membimbing mereka ke jalan lurus.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Potret suami idaman dalam islam tak hanya seseorang yang pandai memenuhi kebutuhan nafkah. Ada aspek-aspek lain yang penting diperhatikan.
Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam:
"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya. Dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluarganya di antara kalian." (HR Ibnu Majah)
Tapi ada hal lain yang tak kalah penting yang tentunya harus jadi prioritas suami terhadap keluarganya. Hal itu, adalah mendidik sebaik-baiknya istri dan anak tentang pemahaman agama.
Baca Juga: Pasutri Saling Mengeluarkan Kata-kata Vulgar Saat Berjimak, Hukumnya?
Allah Taala berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka." (QS. At- Tahrim: 6)
Dikutip dari mozaik.inilah.com, Adh-Dhahak dan Maqatil mengenai ayat di atas,
"Menjadi kewajiban seorang muslim untuk mengajari keluarganya, termasuk kerabat, sampai pada hamba sahaya laki-laki atau perempuannya. Ajarkanlah mereka perkara wajib yang Allah perintahkan dan larangan yang Allah larang." (HR. Ath-Thabari, dengan sanad shahih dari jalur Said bin Abi Urubah, dari Qatadah. Lihat Tafsir Al-Quran Al-Azhim, 7:321)
Kepala rumah tangga yang baik mengajak anaknya untuk shalat sebagaimana yang suri tauladan kita perintahkan, "Perhatikanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Jika mereka telah berumur 10 tahun, namun mereka enggan, pukullah mereka." (HR. Abu Daud, no. 495; Ahmad, 2: 180. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Baca Juga: Inilah Doa-doa Pembuka Pintu Rezeki yang Diajarkan Nabi, Amalkan!
Coba perhatikan nikmatnya jika rumah tangganya dibina dengan agama. Sungguh nikmat dan seuju. Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah menyuruh suami-istri untuk shalat malam bareng,
"Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah istrinya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Bila suaminya enggan untuk bangun, ia percikkan air di wajah suaminya." (HR. Abu Daud, no. 1450; An-Nasai, no. 1611. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Editor : inilahkoran


