Punya Keistimewaan, Ustadz Abdul Shomad Beberkan Alasan Kenapa Surat Yasin Kerap Dibaca Setiap Malam Jumat

Bukan hal aneh di Indonesia kerap terlontar istilah Yasinan. Hal itu sering diucapkan setiap kali malam Jumat.

Punya Keistimewaan, Ustadz Abdul Shomad Beberkan Alasan Kenapa Surat Yasin Kerap Dibaca Setiap Malam Jumat
Punya Keistimewaan, Ustadz Abdul Shomad Beberkan Alasan Kenapa Surat Yasin Kerap Dibaca Setiap Malam Jumat

INILAHKORAN, Bandung – Bukan hal aneh di Indonesia kerap terlontar istilah Yasinan. Hal itu sering diucapkan setiap kali malam Jumat.

Bagi masyarakat muslim Indonesia membaca surat Yasin setiap malam Jumat sudah sangat jamak dilakukan.

Namun, apa alasan orang Yasinan alias membaca surat Yasin pada malam Jumat?

Tak sedikit orang yang belum mengetahui alasan mengapa surat Yasin yang dibaca pada malam Jumat.

Baca Juga: Dokter Farhan Zubedi Jelaskan Bahaya Menggunakan Headset Saat Tidur, Bisa Jadi Efek Buruk Jangka Panjang!

Ustadz Abdul Somad dalam sebuah kajian menjelaskan alasan surat Yasin yang kerap dibaca pada malam Jumat.

Dalam unggahan akun Instagram kajianabdulsoma_lc Ustadz Abdul Somad mengatakan bahwa Yasin adalah qolbu atau hati Al-Quran.

“Likulli syaiin qolbun, segala sesuatu itu punya hati. Dan Yasin adalah hatinya Al-Quran,” jelas Ustadz Abdul Somad.

Baca Juga: Enam Warga Positif Terpapar Varian Omicron, DPRD Minta Pemkot Bandung Jangan Lengah

Laatuqroufi’amrin asirin illa yas tarohullah, “apabila surat Yasin itu dibacakan pada sesuatu yang sulit, maka akan dimudahkan oleh Allah”

Sama halnya dengan membacakan Yasin untuk orang sudah meninggal itu sangat baik karena bisa menolong jenazah dalam perjalannya di akhirat.

“Bagian paling dalam yang sangat dijaga oleh Al-Quran adalah surat Yasin, betapa banyaknya manfaat dan syafaat yang didapat,” lanjutnya.

Baca Juga: Jangan Panik!! Stok Minyak Goreng di Kabupaten Bandung Aman

Baca Juga: Senangnya Warga Mandalajati Mendapat Bantuan Renovasi Rumah dari Pemerintahan Kota Bandung

Surat Yasin juga seharusnya dibaca setiap hari, tidak hanya hari Kamis. Tapi karena sudah jadi kebiasaan jadi banyak bermunculan pendapat menjadikan itu seperti budaya muslim.***

 


Editor : inilahkoran