Pandangan Islam Terhadap Ziarah Kubur Saat Idul Fitri, Ustadz Abdul Somad: Jangan Ada Kepercayaan Berlebihan

kita temui di kampung-kampung bahkan perkotaan, tradisi saat Idul Fitri adalah ziarah kubur atau nyekar ke makam keluarga yang sudah wafat.

Pandangan Islam Terhadap Ziarah Kubur Saat Idul Fitri, Ustadz Abdul Somad: Jangan Ada Kepercayaan Berlebihan
Pandangan Islam Terhadap Ziarah Kubur Saat Idul Fitri, Ustadz Abdul Somad: Jangan Ada Kepercayaan Berlebihan

INILAHKORAN, Bandung- Berbagai kebiasaan yang dilakukan umat muslim saat memasuki bulan Syawal.

Sering kita temui di kampung-kampung bahkan perkotaan, tradisi saat Idul Fitri adalah ziarah kubur atau nyekar ke makam keluarga yang sudah wafat.

Lantas bagaimana pandangan Islam terhadap tradisi ziarah kubur saat Idul Fitri tersebut?

Baca Juga: Tunjukan Gejala Ringan, Kang Min Hyuk CNBLUE Dinyatakan Positif Covid-19

Hal tersebut pertanda bahwa keantusiasan umat muslim juga sangat besar dalam memperingati bulan dimana hari raya Idul Fitri berada.

Ustadz Abdul Somad dalam Youtube Lentera Islam pun menjelaskan kebolehan ziarah kubur saat Idul Fitri asal tidak ada kepercaayan berlebihan.

“Misalnya jika ziarah, akan datang 70.000 malaikat membawa kebaikan, itu yang salah,” jelas Ustadz Abdul Somad.

Baca Juga: Gelar Pasundan Berbagi, PB Paguyuban Pasundan Serahkan Paker Sembako

Tidak ada kaitannya ziarah kubur saat Idul Fitri dengan kedatangan malaikat.

Itu harus murni kita lakukan untuk membuka pintu-pintu kebaikan lewat doa-doa yang kita sampaikan saat berziarah.

“Jangan pula ada ritual khusus di pemakaman, selain membaca yasin dan berdoa keselamatan,” lanjutnya.

Baca Juga: Tak Kunjung Rampung, Komisi V DPR Akan Tinjau Proyek Pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi

Karena kata Rasulullah SAW orang yang sudah meninggal lebih mendengar daripada manusia.

Maka itu artinya dengan diziarahi apalagi saat di bulan yang sangat istimewa menjadi kesenangan tersendiri bagi yang sudah wafat.

Pandangan Islam terhadap ziarah kubur saat Idul Fitri juga bisa diartikan sebagai kebiasaan baik yang bisa menyelamatkan dari siksa kubur.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran