Rudy Gunawan Sentil Ada Anak ke Sekolah Tanpa Masker, Tapi Pesta Ketangkasan Domba Terabaikan
Bupati Garut Rudy Gunawan menyentil adanya sejumlah anak sekolah di Kecamatan Cikajang kedapatan berangkat sekolah tak memakai masker.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut - Bupati Garut Rudy Gunawan menyentil adanya sejumlah anak sekolah di Kecamatan Cikajang kedapatan berangkat sekolah tak memakai masker.
Dia pun mewanti-wanti Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Garut agar meninjau kembali kepatuhan anak sekolah memakai masker tersebut. Sebab, dikhawatirkan jika ditemukan satu saja kasus konfirmasi positif maka berpengaruh kepada kemungkinan ditutupnya kembali pembelaran tatap muka di sekolah di Garut.
Adanya sejumlah anak sekolah tak memakai masker itu sendiri didapati Rudy saat melakukan kunjungan dan monitoring lapangan di wilayah Cikajang pada Jumat 3 September 2021.
"Ditemukannya anak sekolah tak bermasker itu harus dijadikan kajian akan kemungkinan harus disediakan lagi masker oleh Pemkab Garut," kata Rudy Gunawan, Senin 6 September 2021.
Baca Juga: Pejabat Garut Disebut Pelesiran ke Yogyakarta di Tengah Pandemi, Dudi Bilang Kehilangan Rasa Malu
Dia beralasan, kata Presiden, hanya dua yang dikerjakan kepada daerah saat ini. Yaitu percepatan vaksinasi dengan target terbentuk herd immunity pada akhir 2021, dan kepatuhan prokes penggunaan masker.
Rudy Gunawan pun meminta Satgas Covid-19 dari tingkat kabupaten hingga kecamatan mengajak kepala desa dan tiga pilar melakukan langkah memantau prokes ke setiap sekolah.
Ditambahkannya, Satgas juga sudah membuat Surat Keputusan Bupati tentang pembentukan assesment berkaitan masalah kerumunan permanen seperti di lingkungan pabrik dan tempat wisata.
Berbeda dengan pelanggaran prokes anak sekolah, pelanggaran prokes pada pesta yang berlangsung saat pemidangan adu ketangkasan domba garut di Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler pada Minggu 5 September 2021 justru luput dari perhatiannya.
Baca Juga: ASN dan Pejabat Garut Tak Bisa Lagi Bebas Keluar Daerah Tahun Depan, Ini Penyebabnya
Dari potongan video beredar di sejumlah media sodial dan grup WA, pelanggaran prokes pada kegiatan tersebut tampak jelas. Puluhan warga peserta maupun penonton tampak berkerumunan tanpa sama sekali memperhatikan penjagaan jarak. Banyak di antara mereka bahkan tak mengenakan masker. Kalaupun bermasker, memakainya secara sembarangan.
Mereka juga berjoget ria di tengah lapangan pemidangan dengan diiringi musik tradisional khas pemidangan domba garut. Bersuka cita. Seakan pandemi sudah berakhir.
Baca Juga: Gunjingan Panas di Garut, Sejumlah Pejabat Pelesiran ke Yogyakarta di Tengah Pandemi
Ketua Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Garut Riki M Sidik membenarkan potongan video kerumunan saat ketangkasan domba garut itu terjadi di pamidangan di Rancabango. Namun dia tak mengetahui persis kejadian tersebut.
"Kami HPDKI tidak pernah memberikan ijin tertulis. Belum ada izin dari HPDKI," tegasnya. (zainulmukhtar)
Editor : inilahkoran


