Rudy Susmanto-Jaro Ade Diamanati Benahi Tingginya Angka Putus Sekolah di Kabupaten Bogor

Masih tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Bogor menjadi perhatian para tokoh masyarakat. Harapannya, Rudy Susmanto-Jaro Ade bisa mencarikan solusinya.

Rudy Susmanto-Jaro Ade Diamanati Benahi Tingginya Angka Putus Sekolah di Kabupaten Bogor
Sejumlah tokoh masyarakat mengharapkan, pasangan Rudy Susmanto-Jaro Ade bisa mengentaskan angka putus sekolah dan juga meningkatkan angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bogor. (istmewa)

INILAHKORAN, Bogor - Masih tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Bogor menjadi perhatian para tokoh masyarakat. Harapannya, Rudy Susmanto-Jaro Ade bisa mencarikan solusinya.

Sejumlah tokoh masyarakat mengharapkan, pasangan Rudy Susmanto-Jaro Ade bisa mengentaskan angka putus sekolah dan juga meningkatkan angka rata-rata lama sekolah di Kabupaten Bogor.

Infornasi yang dihimpun, data Pokok Pendidikan atau Dapodik dari Pusat Data Informasi (Pusdatin) 2022, tercatat 1.706 anak yang putus bersekolah. Mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA berhenti sekolah.

Mulyadi tokoh Bogor Timur yang merupakan mantan Anggota Fraksi Gerindra DPR-RI mengatakan visi misi pasangan Rudy Susmanto-Jaro Ade sejalan dengan program pemerintah pusat.

Mulyadi memiliki keyakinan bahwa Rudy Susmanto-Jaro Ade mampu merealisasikan program-program yang bermafaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor, terutama di bidang pendidikan.

"Saya tidak mau basa basi, saya mendukung paslon nomor urut 1, Rudy Susmanto-Jaro Ade yang ingin menghilangkan angka putus sekolah dan meningkatkan angka rata-rata lama sekolah. Saya mengajak kepada masyarakat yang sudah memiliki KTP tanggal 27 November 2024 masyarakat harus menyalurkan hak suaranya. Ingat 5 menit di TPS, menentukan 5 tahun masa depan Kabupaten Bogor," kata Mulyadi kepada wartawan, Senin 7 Oktober 2024.

Tokoh Bogor Barat, yang juga Anggota Fraksi Nasdem DPR-RI Asep Wahyuwijaya meminta Rudy Susmanto-Jaro Ade membuat kajian lebih dalam tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Bogor.

"Angka putus sekolah itu harus dicari masalah dan solusinya, kalau karena faktor pendapatan ekonomi yang menurun lalu terjadi pengakhiran hubungan kerja (PHK) maka solusinya ialah membuka lapangan kerja, lalu kalau akibat tidak adanya ruang kelas mala harus dibangun ruang kelas atau gedung sekolah baru," pinta Asep Wahyuwijaya.

Jaro Ade mengaku bersama Rudy Susmanto, pasangan Cabup-Cawabup Bogor nomor urut 1 tersebut memiliki komitmen untuk mengentaskan angka putus sekolah dan meningkatkan angka rata-rata lama sekolah.

"Pengentasan angka putus sekolah dan meningkatkan angka rata-rata lama sekolah, tidak hanya karena ketiadaan ruang kelas tetapi juga karena faktor ekonomi. Oleh karena itu sesuai arahan Asep Wahyuwijaya kami akan mempelajarinya terlebih dahulu hingga solusi yang kami tawarkan benar-benar konkret membenahi persoalan atau problem tersebut," ucap Jaro Ade.


Editor : Doni Ramdhani