Rusmita Bersyukur Hadirnya Program Pendidikan Karakter Panca Waluya
Rusmita (56) warga Pondok Salam, Kabupaten Purwakarta mengaku bersyukur dengan hadirnya program pendidikan karakter Panca Waluya yang digagas Gubernur Jabar Mulyadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Rusmita (56) warga Pondok Salam, Kabupaten Purwakarta mengaku bersyukur dengan hadirnya program pendidikan karakter Panca Waluya yang digagas Gubernur Jabar Mulyadi.
Sebelum mengikuti pendidikan karkater Panca Waluya itu Rusmita mengaku sudah kewalahan untuk membina anaknya yang telah kecanduan game online. Akibatnya, seringkali bolos sekolah karena kesiangan.
"Sangat membantu, bagus ada program gini (pendidikan karakter Panca Waluya)," ujar Rusmita saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 20 Mei 2025.
Dia mengaku secara inisiatif sendiri, mendaftarkan anaknya untuk mengikuti program pendidikan karakter Panca Waluya di Dodik Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
"Saya yang suruh anak kesini. Anak sekolah bolos. Susah bangun kalau pagi. Main game. Kalau di rumah, jam 2 baru tidur," ucapnya.
Sementara anaknya, Abdul Aziz yang merupakan siswa kelas XI SMAN 1 Purwakarta mengakui program tersebut sangat bermanfaat baginya.
"Bagus, membantu bagi anak yang suka bolos, main game, begadang, merokok, tawuran untuk anak Jawa Barat. Sekarang saya sudah lebih baik, lebih disiplin," ucapnya.
Sementara berbeda dengan Juni Ruspita (47), warga Kota Cimahi yang mengaku bahwa anaknya sendiri meminta untuk ikut pendidikan karakter Panca Waluya.
"Sangat berterimakasih, jujur. Anak malah minta masuk ke gelombang 2, betah. Anak sering game online, jam 2-3 tidur akhirnya sekolah lupa," kata dia.
Bahkan anaknya ketagihan dan berkeinginan untuk kembali mengikuti program pendidikan karakter Panca Waluya gelombang dua. Lantaran memang bercita-cita untuk menjadi anggota TNI.
"Memang cita-citanya ABRI, saya bilang semangat sekolahnya nanti mama usahakan segimanapun walaupun orangtua tunggal, tetap berusaha. Tapi dia ingin masuk lagi, gelombang 2," ujarnya.
Tindaklanjutnya, dia mengaku akan mencoba berkomunikasi dengan pihak sekolah mengenai keinginan anaknya tersebut.
"Aku enggak tahu, nanti ngomong ke sekolah. Keinginan anak, anak yang pengen. Sudah sadar sendiri. Saya tidak akan memperketat karena saya yakin mana yang baik, mana yang buruk," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

