Saat Ditemukan Warga Gunung Bentang Padalarang, Wiwin Alami Luka di Leher dan Perut
Wiwin Setiani yang ditemukan tewas bersimbah darah di depan rumahnya diduga memiliki luka di leher dan perut
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Wiwin Setiani saat ditemukan warga di depan rumahnya di Gunung Bentang Padalarang KBB, Minggu 8 Mei 2022 sudah bersimbah darah dengan luka di leher dan perut.
Penemuan Wiwin Setiani dalam kondisi bersimbah darah dan mengenaskan lansung menghebohkan warga Gunung Bentang Padaralang. Wiwin pun akhirnya dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong lagi.
Wiwin Setiani ditemukan bersimbah darah dengan luka senjata tajam di bagian leher dan perut.
Baca Juga: Geger, Warga Padalarang KBB Temukan Perempuan Bersimbah Darah di Depan Rumahnya
"Korban (Wiwin Setuani) itu warga saya. Dia posisinya sudah terbaring di jalan bersimbah darah di jalan kecil di depan rumahnya," kata Ketua RW 14, Agus Sopian.
Ia menyebut, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB siang. Saat itu, ada seorang warga histeris melihat seorang perempuan terkapar dengan berlumuran darah.
"Awalnya saya dikasih tahu warga bahwa ada yang berkelahi. Saya langsung pergi ke lokasi ternyata korban sudah tergeletak," ujarnya.
Baca Juga: Jalur Padalarang-Cianjur Padat Sejak Sabtu Pagi, Begini Prediksi Dishub KBB
Saat ditemukan, sambung dia, korban mengalami luka cukup serius. Sehingga warga saat itu juga langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.
"Sayangnya nyawa korban tidak tertolong. Korban meninggal di rumah sakit," ujarnya.
Pasca kejadian tersebut, dirinya kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Jajaran Satreskrim Polres Cimahi kemudian melakukan oleh TKP.
Baca Juga: ASN KBB Tak Hadir Apel Senin Besok, Hengky Kurniawan Siap Beri Sanksi
Hingga saat ini polisi belum bisa menberikan keterangan lebih lanjut. Bahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan barang bukti.
Selain itu, polisi pun telah melakukan pembatasan dengan memasang garis polisi di lokasi kejadian. Terlihat darah masih berceceran di tembok rumah dan jalan tempat korban tergeletak.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


