Sampah Rumah Tangga di Kota Bandung Tetap Teratasi Meski Insinerator Nonaktif Sementara Waktu
Sejumlah tempat pengolahan sampah (TPS) insinerator di Kota Bandung, saat ini menghentikan operasionalnya sementara waktu. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terkait pengelolaan sampah rumah tangga, terutama di tengah meningkatnya volume sampah akibat aktivitas masyarakat sehari-hari.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sejumlah tempat pengolahan sampah (TPS) insinerator di Kota Bandung, saat ini menghentikan operasionalnya sementara waktu. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terkait pengelolaan sampah rumah tangga, terutama di tengah meningkatnya volume sampah akibat aktivitas masyarakat sehari-hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto memastikan, pengelolaan sampah tetap berjalan meski beberapa operasional insinerator berhenti sementara. "Kita olah dengan pengolahan non thermal. Kita juga sudah punya RDF. Jadi kita aktifkan dan efektifkan produksi RDF nya," kata Darto, Sabtu 24 Januari 2026.
Sambung ia, pihaknya juga menyiapkan sistem transportasi sementara untuk mengangkut sampah dari TPS yang terdampak ke lokasi pengolahan RDF. "Nanti ada truk pengangkut yang akan membawa sampah ke TPS RDF untuk diolah. Sambil itu, kita juga mempercepat proses pembangunan RDF sambil menunggu uji baku mutu insinerator," ucapnya.
Menurut Darto, langkah tersebut diambil agar pengelolaan sampah tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan lingkungan. Ia menegaskan, pemerintah kota berkomitmen untuk memastikan sampah rumah tangga tidak menumpuk di lingkungan pemukiman masyarakat.
DLH Kota Bandung, sebelumnya menghentikan beberapa TPS insinerator sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Setiap insinerstor, memiliki kapasitas rata-rata 10-12 ton sampah per hari sehingga penghentian insinerator secara langsung berdampak pada kapasitas pengolahan sampah kota.
"Kami juga terus memonitor produksi RDF agar sesuai kebutuhan energi alternatif dan pengolahan sampah. Selain itu, perbaikan insinerator dilakukan dengan teknologi air pollution control untuk memastikan proses pembakaran lebih ramah lingkungan," ujar dia.***
Editor : JakaPermana


