Sampah Tutupi Sungai Citarum Batujajar, Warga Sebut Pemandangan di Jembatan Callender-Hamilton Terganggu
Kondisi sungai Citarum yang berada di Blok BBS, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sempat tertutup sampah disayangkan warga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kondisi sungai Citarum yang berada di Blok BBS, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang sempat tertutup sampah disayangkan warga.
Pasalnya, selain merusak ekosistem yang ada, hamparan sampah dengan berbagai jenis itu menghilangkan keindahan alam. Apalagi jika dilihat dari Jembatan Callender Hamilton atau Babakan Sapan (BBS) yang baru diresmikan pada 3 Februari 2024 lalu itu membuat merusak pemandangan bagi siapapun yang melintas di atasnya.
Yagus Pansedari (56) misalnya, warga Desa Pangauban, RT02/07, Kecamatan Batujajar, Bandung Barat ini mengeluhkan kondisi sungai Citarum yang hampir seluruh permukaannya ditutupi oleh sampah rumah tangga.
Menurutnya, sejauh mata melihat hanya hamparan sampah menjadi pemandangan di aliran sungai Citarum tersebut. Bahkan, Yagus menyayangkan kondisi bawah Jembatan Callender-Hamilton itu dipenuhi oleh sampah. Hal itu pun mengganggu keindahan pemandangan sekitar jembatan tersebut.
"Kami sengaja setelah jembatan baru kami sengaja lewat karena aktivitas kami kan ke arah Cimahi," kata Yagus kepada wartawan.
"Sengaja kami menikmati jembatan baru, tapi ternyata di bawah jembatan baru, kita tidak menyayangkan di bawahnya ada pemandangan tumpukan sampah yang memang luar biasa," sambungnya.
Dengan kondisi banyaknya sampah di bawah jembatan baru yang dibanggakan masyarakat KBB itu, Yagus berharap Pemda Bandung Barat segera mengambil tindakan pembersihan.
Selain itu, Sungai Citarum juga harus menjadi prioritas Pemda Bandung Barat, seperti melanjutkan program Citarum Harum.
"Harapan kami kepada pemerintah melihat keadaan seperti sekarang dan slogan yang kami lihat ada Citarum Harum dan sebagainya bisa dilanjutkan dan jangan sampai jembatan indah itu tercoreng dengan sampah di bawahnya," paparnya.
"Selain itu kami berharap juga pemerintah peduli dan memberikan bantuan, serta bisa memberikan tugas untuk pelaksanaan kebersihan sungai tersebut," sambungnya.
Yagus juga menilai, sampah-sampah tersebut juga berdampak pada keberlangsungan hidup bagi warga sekitar termasuk dirinya.
"Kami prihatin dan sedih karena berdampak. Kami warga pinggiran jaraknya ke sungai sekitar 50 meter itu terdampak dengan banyaknya sampah," ucapnya.
Selain itu, banyaknya sampah di aliran sungai Citarum juga membawa ragam penyakit, seperti diare dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, selain bau sungai Citarum yang dipenuhi sampah itu menjadi sarang nyamuk termasuk nyamuk Aedes aegypti.
"Selain bau itu banyak nyamuk. Sekarang mungkin nyamuk DBD belum menjadi pandemi mungkin masih sedikit tapi warga kami sudah ada yang terkena
"Kualitas air juga sangat kotor kan. Kami pernah membeli ikan di sana dan ikan itu warnanya hitam jadi memang sudah tercemar, tentunya itu karena limbah," ungkapnya.***
Editor : Ahmad Sayuti


