Sarankan Pemda Ubah Mindset Soal Pertanian, Cucun Ahmad: Jangan Berbicara Budidaya Tapi Bisnis Juga
Pertanian menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian nasional di tengah upaya pemulihan ekonomi yang sempat terpuruk akibat terdampak pandemi Covid-19 selama 2 tahun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - pertanian menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian nasional di tengah upaya pemulihan ekonomi yang sempat terpuruk akibat terdampak pandemi Covid-19 selama 2 tahun.
Melihat peluang tersebut, Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menyarankan agar pemerintah mengubah mindset terkait pertanian.
Menurutnya, dalam sektor pertanian ini jangan hanya sekadar berbicara budidaya semata, namun juga harus sudah bicara ke bisnis.
"Berbicara pertanian tak melulu bicara soal budidaya. Tapi mindset-nya juga yang harus diubah," ungkapnya usai menjadi pembicara kegiatan 'Peningkatan Profesionalisme Penyuluh pertanian Melalui Penguatan Sarana dan Prasarana Penyuluhan untuk Mewujudkan pertanian Berkelanjutan' di Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 11 Agustus 2023.
"Harus dibahas juga bagaimana meningkatkan produktivitas hingga berhasil memberikan keuntungan secara ekonomi," sambungnya.
Tak hanya itu, Cucun menilai, sekarang spirit orang untuk bertani tengah gencar digelorakan. Namun, tetap harus ada keterlibatan dari pemerintah.
"Mau digembar-gemborkan petani milenial dan segala macamnya kalau tidak ada afirmasi kehadiran negara tidak akan baik," tegasnya.
Cucun pun tak memungkiri, persoalan terkait pertanian ini masih banyak, seperti harga hasil pertanian tidak terjamin, pada saat menanam terjadi malah terjadi kelangkaan pupuk.
"Yang terjadi di kita ini, ketika menanam petani menangis, ketika panen menangis," ucapnya.
"Kenapa itu bisa terjadi? Karena tidak ada proteksi dari pemerintah. Dalam hal ini kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan," imbuhnya.
Contohnya, sambung Cucun, wilayah selatan KBB merupakan daerah pertanian. Meski begitu, sangat disayangkan para petaninya hanya bisa menanam sekali dalam setahun.
Di sisi lain, APBN mencapai ribuan triliun seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan DAM atau bendungan.
"Dengan uang ribuan triliun di republik ini, masa sih tidak bisa menyelesaikan pembangunan dam. Bila sistem pengairannya dibenahi, petani di selatan bisa panen minimalnya setahun dua kali," bebernya.
Cucun menilai, bagaimana orang mau bertani kalau harus menyedot air sendiri. Di sinilah perlu adanya kehadiran pemerintah dan wakil rakyat yang bertanggungjawab untuk menyelesaikan berbagai persoalan, khususnya di bidang pertanian.
"Menyedot air sendiri artinya petani harus mengeluarkan biaya untuk membeli bahan bakarnya," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

