INILAH, Bogor- Insiden penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) lalu membuat Sat Dalmas Polres Bogor melatih kembali pengamanan Very Very Importan Person (VVIP).
"Hari ini 50 anggota atau dua peleton Sat Dalmas melakukan latihan pengamanan VVIP agar kejadian penusukan pejabat negara atau VVIP seperti Menko Polhukkam Wiranto tidak terulang lagi, terutama di wilayah hukum Polres Bogor," kata Kasat Dalmas Polres Bogor AKP Anton Indra Gunawan kepada Inilah, Rabu (16/10).
Perwira asal Kota Sumedang, Jawa Barat ini meminta anggotanya memiliki kedisiplinan yang tinggi mulai dari kesiapan alat pengamanan seperti borgol, senjata api hingga kesiapan individu masing - masing anggota Sat Dalmas.
"Kesiapan personil baik individu, tim maupun alat seperti borgol, senjata api, flash ball atau lainnya harus dilakukan setiap hari himgga kapanpun mereka dibutuhkan untuk pengamanan VVIP, mereka siaga selalu," pintanya.
AKP Anton menjelaskan dalam pengamanan VVIP, setiap anggota Sat Dalmas harus berkordinasi dengan ajudan menteri atau pengawal probadi pejabat tersebut.
"Kordinasi ajudan, pengawal pribadi pejabat atau VVIP dengan tim Sat Dalmas harus dilakukan hingga mereka mengerti tugas, pokok dan fungsinya masing-masing. Mereka harus waspada kepada setiap orang terutama yang gerak - geriknya mencurigakan," jelas AKP Anton.
Ayah dua orang anak ini melanjutkan para anggota Sat Dalmas juga dibekali olah raga bela diri Polisi Republik Indonesia (Polri) yaitu Judo, hingga sebelum memgamankan VVIP mereka sudah mengamankan dirinya.
"Setiap anggora Sat Dalmas dibekali tehnik bela diri hingga jika ada aksi teror bom bunuh diri atau aksi lainnya mereka selain bisa mengamankan VVIP jufa harus mengamankan diri sendiri hingga tidak terluka," lanjutnya. (Reza Zurifwan)