Satgas Bergerak Sekolah Terjaga

Satgas Bergerak Sekolah Terjaga
PERPUSTAKAAN SD: Aktivitas siswa di perpustakaan salah satu sekolah dasar (SD) di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.(ANTARA/NIRKOMALA)

INILAH, Mataram - Sekolah semestinya menjadi tempat anak-anak belajar tanpa rasa takut. Karena itu, pencegahan kekerasan tidak cukup dilakukan setelah sebuah kasus terjadi, tetapi perlu dimulai dari kewaspadaan dan kepedulian di lingkungan sekolah.

Dinas Pendidikan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memperkuat peran satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi perundungan atau bullying serta berbagai bentuk kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Yusuf mengatakan peran satgas terus diintensifkan. Imbauan dan informasi kepada kepala sekolah juga terus disampaikan di setiap satuan pendidikan, mulai jenjang SD hingga SMP.

“Pembentukan satgas kami intensifkan agar tidak terjadi kasus bullying di sekolah,” katanya di Mataram, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (29/9).

Satgas tersebut telah dibentuk sejak 2023 sesuai regulasi dan arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Data serta pembentukan satgas di seluruh sekolah di Kota Mataram juga telah diunggah ke sistem kementerian.

Tugas satgas tidak hanya berkaitan dengan perundungan. Berbagai bentuk kekerasan yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah juga menjadi perhatian.

Hingga kini, Dinas Pendidikan Kota Mataram belum menerima laporan kasus perundungan maupun kekerasan yang signifikan. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan kondisi sekolah masih relatif aman dan berjalan lancar.

Namun, situasi yang kondusif bukan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Dinas Pendidikan tetap meminta kepala sekolah dan seluruh pihak di lingkungan pendidikan untuk peka terhadap berbagai potensi kekerasan.

“Jika ada laporan tentu akan langsung kami tindak lanjuti. Namun, meskipun tidak ada laporan, kami tetap suarakan agar para kepala sekolah terus waspada demi menjaga sekolah yang aman,” kata Yusuf. (gin)


Editor : Inilahkoran