Sejumlah Pihak Diperiksa dalam Tragedi Pesta Rakyat Garut, Mulai dari EO hingga Ortu Korban
Penyelidikan kasus tragedi pesta rakyat dalam acara pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi terus berlanjut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Penyelidikan kasus tragedi Pesta Rakyat dalam acara pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi terus berlanjut.
Untuk mengungkap fakta yang menyebabkan tiga warga meninggal dunia akibat berdesak-desakan di Pendopo Kabupaten Garut, pihak kepolisian telah memeriksa beragam pihak dari berbagai latar belakang.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyebut bahwa Polres Garut telah memeriksa 11 saksi awal, dan kini penyidikan ditangani langsung oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar.
Dalam rencana lanjutan, penyidik akan mengundang sejumlah pihak untuk memberikan klarifikasi, mulai dari unsur penyelenggara, petugas keamanan, hingga warga sipil.
Berikut daftar pihak yang akan dimintai keterangan:
Asisten Administrasi Umum Pemkab Garut
Sebagai representasi dari unsur pemerintah daerah, keterangannya dibutuhkan terkait perizinan dan pelaksanaan teknis acara.
Lima anggota kepolisian
Mereka adalah petugas yang bertugas di lokasi saat insiden terjadi. Polisi akan menggali informasi terkait pola pengamanan dan mitigasi kerumunan.
Kepala Satpol PP Kabupaten Garut
Akan diklarifikasi mengenai keterlibatan dan strategi pengamanan yang dilakukan oleh unsur penegak Perda.
Perwakilan Event Organizer: GP WO dan NAW WO
Kedua wedding organizer ini disebut sebagai bagian dari tim pelaksana teknis acara. Kepolisian ingin menelusuri sejauh mana tanggung jawab mereka dalam mengatur massa.
Vendor acara: Megunesia
Vendor penyedia fasilitas pesta ini akan diperiksa soal perannya dalam tata letak dan distribusi makanan gratis.
Orang tua korban
Diperiksa untuk memberikan informasi kronologis dari sudut pandang keluarga, serta kondisi korban sebelum dan saat kejadian.
Warga sekitar lokasi kejadian (TKP)
Keterangan warga dibutuhkan untuk memperkuat gambaran situasi massa saat acara berlangsung.
Kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh tanpa diskriminasi, guna memastikan siapa yang paling bertanggung jawab atas kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa dalam momen perayaan tersebut.
Editor : Firda Rachmawati


