Pemkab Garut Tanggung Biaya Pengobatan Korban Ricuh Pesta Rakyat Pernikahan Wakil Bupati dan Anak Dedi Mulyadi
Pemkab Garut menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi korban luka dalam insiden kericuhan Pesta Rakyat yang digelar sebagai bagian dari pernikahan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dengan Maula Akbar, putra dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan bagi korban luka dalam insiden kericuhan Pesta Rakyat yang digelar sebagai bagian dari pernikahan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dengan Maula Akbar, putra dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat ditemui di Pendopo Garut, Jumat (18/7). Ia memastikan seluruh korban yang mengalami luka-luka akan mendapatkan perawatan medis secara gratis.
“Seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Pemkab Garut,” tegas Bupati Syakur.
Bupati menjelaskan bahwa sebanyak 26 orang menjadi korban dalam kericuhan tersebut, dengan rincian sebagian telah diperbolehkan pulang dan lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, tiga orang dinyatakan meninggal dunia, termasuk seorang anggota kepolisian yang sedang bertugas.
Korban meninggal dunia di antaranya:
Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri, Garut Kota
Dewi Jubaeda (61), warga Garut
Bripka Cecep Saeful Bahri (39), anggota Polres Garut
Selain menanggung pengobatan, Pemkab Garut juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia.
Pemkab Garut mengaku akan melakukan evaluasi mendalam agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Menurut Bupati Syakur, insiden ini terjadi karena tingginya antusiasme warga yang menghadiri acara hiburan dan makan gratis.
“Kami menerima informasi bahwa banyak korban yang mengalami sesak napas akibat kekurangan oksigen karena berdesak-desakan, terutama anak-anak dan ibu-ibu,” jelasnya.
Kronologi Kericuhan
Kericuhan terjadi saat ribuan warga dari berbagai kalangan memadati Pendopo dan Alun-Alun Garut untuk menghadiri acara hiburan rakyat yang menjadi bagian dari pesta pernikahan putra dan putri pejabat daerah tersebut.
Massa mulai tidak terkendali saat mencoba masuk ke area utama pendopo. Kepadatan massa menyebabkan sejumlah warga pingsan, yang kemudian segera dievakuasi oleh petugas medis dan aparat keamanan.
Kegiatan Pesta Rakyat kemudian dihentikan secara total setelah kejadian, dan pihak Pemkab menyatakan area acara sudah kembali aman.
“Kami akan evaluasi secara menyeluruh agar ke depan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkas Bupati.
Editor : Firda Rachmawati


