Tanggapan Dedi Mulyadi yang Dituding 'Buang Badan' Tragedi Pesta Pernikahan Anaknya di Garut
Menanggapi tudingan tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya memang mengetahui adanya acara
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan klarifikasi terkait tudingan bahwa dirinya lepas tanggung jawab atau "buang badan" atas insiden kericuhan dalam acara Pesta Rakyat pernikahan anaknya di Garut.
Pernyataan ini muncul setelah sejumlah pihak di media sosial, termasuk jurnalis senior Hersubono Arief, menyebut adanya kesan bahwa Dedi Mulyadi tidak mengetahui sepenuhnya soal acara tersebut.
“Ada kesan di media sosial bahwa Dedi Mulyadi ini seolah-olah, kalau orang Medan bilangnya 'buang badan', lepas tangan. Tapi kemudian fakta-fakta menunjukkan bahwa dia di awal mengetahui rencana itu,” kata Hersubono dalam program Off The Record FNN.
Menanggapi tudingan tersebut, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dirinya memang mengetahui adanya acara, namun berdasarkan informasi yang ia terima, Pesta Rakyat tersebut akan berlangsung pada malam hari di alun-alun, bukan di Pendopo.
“Justru jejak digitalnya jelas. Saat saya bicara dengan Aa Maula hari Senin, 14 Juli 2025, disebutkan acaranya tanggal 18, jam 7 malam di halaman alun-alun,” ujar Dedi, Senin 21 Juli 2025 melalui Instagramnya.
Ia menambahkan bahwa yang ia pahami saat itu adalah kegiatan makan gratis dengan konsep Pesta Rakyat berupa kuliner UMKM seperti bakso, mie ayam, seblak, dan sate, yang akan disajikan di lapangan terbuka.
“Pengetahuan saya tentang acara itu adalah malam hari, di halaman Pemda, bukan di Pendopo. Jadi saya tidak ngibul,” tegasnya.
Dedi juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan keterangan resmi kepada pihak berwenang jika diperlukan. Ia bahkan mengajak jurnalis yang meragukan keterangannya untuk mendampingi proses pemeriksaan agar segala sesuatu bisa terbuka secara objektif.
“Kalau nanti ada pemeriksaan kepolisian, saya ajak abang untuk dampingi saya. Kalau perlu liput sekalian, biar jelas bahwa kita harus menjunjung tinggi objektivitas,” tandasnya.
Tragedi Pesta Pernikahan Anak Dedi Mulyadi
Sebagai informasi, kericuhan dalam pesta pernikahan anak Dedi Mulyadi yang berlangsung di Pendopo Garut menelan korban jiwa dan luka-luka.
Acara yang semula bertujuan untuk berbagi kebahagiaan melalui pembagian makanan gratis justru berubah menjadi insiden memilukan akibat membludaknya massa dan kurangnya pengaturan teknis di lapangan.
Hingga kini, proses investigasi dari pihak berwenang masih terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti insiden serta memastikan pertanggungjawaban semua pihak yang terlibat.
Editor : Firda Rachmawati


