Sekda Kota Bekasi Kembali Dipanggil KPK

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Reny Hendrawati kembali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekda Kota Bekasi Kembali Dipanggil KPK
Sekda Kota Bekasi Kembali Dipanggil KPK

INILAHKORAN, Bandung – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Reny Hendrawati kembali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemanggilan Reny Hendrawati kali ini untuk dimintai keterangan terkait dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan yang menjerat Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi.

"Saksi TPK (Reny Hendrawati) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RE (Rahmat Effendi)," ucap Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri dikutip dari PMJ News, Senin, 14 Maret 2022.

Baca Juga: Bupati Cirebon Imron Lantik 56 P3K Non Guru

Sebelumnya, Reny Hendrawati pernah dipanggil KPK, yaitu pada Selasa, 22 Februari 2022 dan Kamis, 16 Februari 2022.

Pada pemeriksaan pertama, Reny mengembalikan sejumlah uang terkait perkara. Sedangkan dalam pemanggilan kedua, dia dikonfirmasi soal perintah Rahmat Effendi dalam pengadaan lahan.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi bersama sejumlah orang lainnya terkait kasus dugaan korupsi ini, KPK juga mengamankan uang total Rp5,7 miliar.

Baca Juga: Disdik Kota Cimahi Kembali Laksanakan PTM 50 Persen, Ngatiyana Sebut Batas Waktunya

Dalam kasus ini, total KPK menjerat 9 tersangka di antaranya:

Sebagai pemberi:

  1. Direktur PT ME (MAM Energindo), Ali Amril (AA),
  2. Lai Bui Min alias Anen (LBM),
  3. Direktur PT KBR (Kota Bintang Rayatri) dan PT HS (Hanaveri Sentosa), Suryadi (SY),
  4. Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin (MS).

Sebagai penerima:

  1. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (RE),
  2. Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi M Bunyamin (MB),
  3. Lurah Jatisari Mulyadi alias Bayong (MY),
  4. Camat Jatisampurna Wahyudin (WY),
  5. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi (JL).***


Editor : inilahkoran