Sekdes Panggalih Tak Langsung Tunjukkan Data Anggaran Saat Ditanya Dedi Mulyadi
Sekdes Panggalih yang tidak langsung menunjukkan data anggaran desa tahun 2025 saat diminta secara terbuka.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Momen pertemuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Kepala Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, beserta perangkat desa menjadi sorotan publik.
Salah satu yang menarik perhatian adalah sikap Sekretaris Desa (Sekdes) Panggalih yang tidak langsung menunjukkan data anggaran desa tahun 2025 saat diminta secara terbuka.
Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menanyakan secara rinci besaran anggaran dana desa yang dikelola Pemerintah Desa Panggalih. Sekdes menjelaskan bahwa dana desa yang bersumber dari APBN mencapai Rp1 miliar 11 juta, sementara Pendapatan Asli Desa (PADes) tercatat nol.
Selain dana dari pemerintah pusat, Desa Panggalih juga menerima Alokasi Dana Desa (ADD) dari Kabupaten sebesar Rp534 juta serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp130 juta. Dari paparan itu, Dedi Mulyadi menyimpulkan total anggaran Desa Panggalih tahun 2025 mencapai Rp1 miliar 675 juta.
Namun suasana berubah ketika Dedi Mulyadi mulai menanyakan rincian belanja, khususnya anggaran gaji dan honor pegawai desa. Sekdes terlihat kebingungan dan belum dapat menyampaikan data secara jelas terkait honor kepala desa, sekretaris desa, maupun non-perangkat desa.
“Belanja gaji pegawai itu seperti honor kepala desa, sekretaris desa, non-perangkat desa. Berapa jumlahnya?” tanya Dedi Mulyadi.
Saat Sekdes hendak menjawab, Dedi Mulyadi kembali menegaskan permintaannya dengan meminta data keuangan desa ditunjukkan secara langsung.
“Bapak punya datanya tidak?” ujar Dedi.
Sekdes Panggalih sempat tidak langsung membuka data tersebut hingga akhirnya mengeluarkan telepon genggam. Dedi Mulyadi pun menekankan bahwa keterbukaan data anggaran merupakan bagian dari transparansi pengelolaan dana desa yang wajib dijalankan oleh pemerintah desa.
“Ini kan soal transparansi,” tegas Dedi Mulyadi.
Momen itu pun langsung menuai beragam komentar netizen.
"Seriusan nih gak punya data dana uang yang masuk dan uang dana yang keluar? Kok bisa, " tulis warganet.
“Anjiiirrr ga ada catatannya, yg jujur itu minimal buka laptop atuh euyyy” tulis eliz_rizqi89.
"Lawak, kades atau lurah nggak ada data tertulis pendapatan desa dan pengeluaran desa, trs sudah dipergunakan untuk pembangunan desa apa aja dan biaya berapa aja Astaghfirullahalazim, cengar cengir doank ditanya pak gub kagak paham, dikira diundang makan kali ke pak gub tanpa data dan cmn clingak clinguk doank” tulis warganet lain.
Editor : Firda Rachmawati

