Sekolah Cukur Gratis Solokan Jeruk, Cetak Pencukur Profesional dan Handal

Komunitas tukang cukur Kabupaten Bandung sudah melahirkan para profesional di sekolah cukur gratis solokan jeruk

Sekolah Cukur Gratis Solokan Jeruk, Cetak Pencukur Profesional dan Handal
Komunitas Tukang Cukur Kabupaten Bandung menyiaplan sekolah cukur gratis di Solokan Jeruk bagi masyarakat yang ingin belajar mencukur.

INILAHKORAN, Bandung - Sejak 2021 lalu komunitas Tukang Cukur Kabupaten Bandung, memiliki sekolah cukur gratis  di Splokan Jeruk bagi masyarakat yang ingin belajar menjadi tukang pangkas rambut profesional.

Sekolah atau lebih tepatnya Balai Latihan Kerja (BLK) Tukang Cukur ini berada di Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung, selama ini lulusannya banyak  yang telah memiliki usaha pangkas rambut atau bekerja sebagai tukang cukur.

"Sekolah atau pelatihan ini kami berikan gratis untuk siapa saja yang mau belajar menjadi tukang cukur gratis. Karena tempat kami kecil cuma bisa menampung enam orang siswa didik. Kedepannya kami ingin sekolah cukur gratis ini ada disetiap kecamatan di Kabupaten Bandung," kata Ketua Komunitas Tukang Cukur Kabupaten Bandung, Asep Hana Kirana, Rabu 23 Februari 2022.

Baca Juga: Amalan Dzikir Pembuka Pintu Rezeki, Ustadzah Oki Setiana Dewi: Baca Sebanyak Mungkin

Dikatakan Asep, seorang siswa didik dari nol hingga bisa menjadi seorang tukang cukur dan siap diturunkan melayani konsumen. Rata-rata memerlukan waktu satu hingga dua bulan. Di sekolah cukur ini, siswa didik digembleng untuk bisa memotong rambut dari mulai dasar hingga mahir.

Selain kemampuan memotong rambut, mereka juga diajarkan keramah-tamahan, etika, sopan santun hingga pemasaran. Para pengajar siswa didik di sekolah cukur ini, adalah para tukang cukur yang ada di Kecamatan Solokan Jeruk.

"Kami juga memberikan advis atau saran pemilihan tempat yang dirasa cocok untuk buka usaha pangkas rambut. Kalau misalnya belum punya modal untuk buka usaha sendiri, kalau sudah ada keahlian kan bisa ikut bekerja dulu sama orang lain. Dan Alhamdulilah setiap bulan kami meluluskan empat sampai lima orang, rata-rata mereka sekarang sudah bekerja dan punya usaha,"ujarnya.

Baca Juga: Obat Ketergantungan dari Kebiasaan Buruk, Ustadzah Haneen Akira: Pendek Kalimatnya, Besar Manfaatnya!

Sebenarnya, selain mengajarkan teknik mencukur rambut gratis di sekolah cukur Solokan Jeruk. Aksi sosial anggota komunitas Tukang Cukur Kabupaten Bandung ini juga telah berlangsung lama, di antaranya yakni memberikan pelatihan potong rambut kepada para santri yang ada diberbagai pondok pesantren di Kabupaten Bandung. Para tukang cukur ini biasanya bergiliran datang ke pesantren-pesantren yang ada di kecamatan tempat mereka berusaha.

"Kami senang mengajarkan para santri agar memiliki keahlian potong rambut. Dengan punya keahlian ini, paling tidak mereka bisa memotong rambut sesama santri di pondok, jadi rambutnya bagus rapih dan bersih para santri ini yah," katanya.

Asep yang memiliki dua usaha pangkas rambut di Jakarta dan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung ini, merasa optimistis jika usaha jasa potong rambut ini tidak akan pernah mati. Meski usaha sejenis ini semakin menjamur.

Baca Juga: Hukum Ngabuburit Bareng Pacar, Ustadz Hanan Attaki: Boleh Banget, Asal dengan Syarat Berikut Ini!

Namun tak perlu khawatir selama bisa memberikan pelayanan dan fasilitas yang baik kepada konsumen. Jika dirata-ratakan, omzet usaha pangkas rambut ini, setiap bulan tak kurang dari Rp 9 juta.

"Mungkin sebagian orang masih memandang sebelah mata usaha ini. Tapi ternyata usaha ini mampu bertahan sekaligus menyerap tenaga kerja yang lumayan banyak, buktinya anggota kami saja di Kabupaten Bandung ada 1.750 orang, itu yang tercatat belum ditambah dengan yang perorangan,"ujarnya.(Rd Dani R Nugraha). 


Editor : inilahkoran