Sekolah Sehat HiLo Hadir di 11 Kota: Wujudkan Ekosistem Hidup Sehat di Sekolah
Melibatkan siswa, guru, orang tua, dan mitra kantin sekolah, program Sekolah Sehat HiLo akan menjangkau 11.000 siswa di 55 sekolah se-Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Nutrifood bersama Pemerintah Kota Bandung resmi meluncurkan Program sekolah-sehat'>Sekolah Sehat HiLo pada Kamis 29 Oktober 2026 di NutriHub, Kota Bandung.
Inisiatif kolaboratif ini bertujuan membangun ekosistem kesehatan di lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga mitra kantin.
Program yang diprakarsai oleh brand HiLo Teen ini dirancang untuk mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat dan aktif.
Selama tiga bulan, program ini akan menjangkau 5 sekolah dan lebih dari 1.000 siswa di setiap kota pelaksanaan. Untuk wilayah Bandung, lima sekolah yang berpartisipasi adalah SMA Negeri 1 Bandung, SMA Plus Al-Ghifari, SMP Santa Ursula, SMP Santo Yusup, dan SMPK 4 BPK Penabur.
Urgensi Gaya Hidup Sehat di Usia Remaja
Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan kebiasaan hidup sehat untuk menekan risiko penyakit kronis di masa depan.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi gizi lebih (overweight dan obesitas) mencapai 16,2% pada remaja usia 13–15 tahun dan 12,1% pada usia 16–18 tahun.
Kondisi kelebihan berat badan ini berpotensi memicu penyakit degeneratif saat dewasa, seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, stroke, dan kanker.
Selain masalah gizi, tingkat aktivitas fisik remaja juga tergolong rendah. SKI 2023 mencatat 58% remaja usia 10–14 tahun dan 50,4% remaja usia 15–19 tahun kurang bergerak, padahal WHO menganjurkan aktivitas fisik minimal 60 menit per hari.
Dari sisi konsumsi, 47,5% masyarakat Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali per hari, yang berisiko melebihi batas konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) harian.
Pendekatan Holistik Empat Pilar
Berbeda dari edukasi konvensional, Sekolah Sehat HiLo menerapkan pendekatan menyeluruh berbasis empat pilar utama, yakni mendorong siswa dengan pembiasaan bergerak aktif, memperkuat peran guru sebagai penggerak budaya hidup sehat dan ramah lingkungan.
Kemudian, mendorong penyediaan opsi makanan dan minuman yang lebih sehat. Program ini juga menghadirkan pesan kesehatan secara konsisten di lingkungan sekolah.
Program ini merupakan pengembangan dari inisiatif terdahulu, seperti HiLo Body Move Challenge, Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) untuk guru olahraga, serta edukasi kampanye #BatasiGGL.
Dukungan Pemangku Kepentingan
Peluncuran program ini turut didukung oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dinas Pendidikan Kota Bandung, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan Papan Komitmen Sekolah Sehat saat acara Kick Off.
Area Marketing Manager Nutrifood, Nicolas Orlando menyampaikan bahwa ekosistem sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter remaja. Melalui keterlibatan aktif siswa, guru, orang tua, hingga pengelola kantin, budaya hidup sehat diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
"kami ingin melangkah lebih jauh dengan melibatkan seluruh ekosistem sekolah, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga mitra kantin, agar budaya hidup sehat dapat tumbuh secara berkelanjutan," ujar Nicolas.
Ni Luh Widyastuti dari Dinas Kesehatan Kota Bandung mengapresiasi upaya promotif dan preventif ini sebagai investasi masa depan anak sekolah.
"Kami mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan melalui Program Sekolah Sehat HiLo karena sejalan dengan upaya promotif dan preventif kesehatan yang terus kami dorong. Kehadiran program ini diharapkan dapat membuat perilaku hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah akan pentingnya pembiasaan hidup sehat di usia sekolah," tuturnya.
Sejalan dengan Dinkes, Ony dari Dinas Pendidikan Kota Bandung juga menekankan pentingnya pembiasaan gizi seimbang dan aktivitas fisik sejak dini melalui sinergi lintas pihak.
"Kami menyambut baik Program Sekolah Sehat HiLo yang mendorong siswa tidak hanya memahami pentingnya gizi seimbang dan aktivitas fisik, tetapi juga membiasakan perilaku hidup sehat dalam keseharian," jelas Ony.
Sementara itu, Bagus Ramadhan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat menambahkan bahwa perilaku sehat akan lebih optimal jika didukung oleh lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman.
"Perilaku hidup sehat akan lebih mudah tumbuh ketika didukung oleh lingkungan yang sehat dan nyaman. Karena itu, kesehatan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan dua hal yang saling berkaitan," ungkapnya.
Melalui Program Sekolah Sehat HiLo, diharapkan semakin banyak sekolah yang bertransformasi menjadi ekosistem kesehatan terpadu, sehingga hidup sehat dapat mengakar sebagai budaya berkelanjutan. Dengan adanya kolaborasi seluruh ekosistem sekolah, hidup sehat tidak hanya berhenti sebagai imbauan, tetapi mampu menjadi budaya yang tumbuh dan mengakar sejak dini.
Editor : Firda Rachmawati

