Selain Alun-alun, ini Pekerjaan Rumah yang Harus Dirampungkan PUPR Cimahi di Tahun 2025
Sejumlah pekerjaan rumah tengah menunggu untuk dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi mulai dari persoalan jalan Alun-alun Cimahi yang sudah rusak hingga penurunan kabel udara di kawasan tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Sejumlah pekerjaan rumah tengah menunggu untuk dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi mulai dari persoalan jalan alun-alun Cimahi yang sudah rusak hingga penurunan kabel udara di kawasan tersebut.
Belum selesai pekerjaan tersebut, Dinas PUPR Kota Cimahi berencana melakukan pelebaran Jalan Daeng Ardiwinata yang berlokasi di pertigaan menuju Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi.
Pelebaran Jalan Daeng Ardiwinata yang menghabiskan anggaran sebesar Rp2,6 miliar tersebut dilakukan untuk mengurai persoalan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan itu.
"Saat ini kami sedang mempersiapkan dokumen lelang untuk pelebaran Jalan Daeng Ardiwinata dan diharapkan bisa terealisasi paling lambat awal Februari 2025," kata Kepala Dinas PUPR Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, Kamis 6 Februari 2025.
"Nantinya akan disampaikan ke bagian pengadaan barang/jasa (PBJ) agar pekerjaan tersebut dipasang," sambungnya.
Wilman berharap proses lelang tersebut berjalan dengan lancar dan tidak mengalami kegagalan, sehingga pada triwulan pertama ini pemenangnya sudah bisa ditetapkan.
Sebab, apabila lelang tersebut berjalan lancar, kemungkinan pengerjaan fisik pelebaran jalan itu bisa dilaksanakan Maret 2025.
"Harapan kami triwulan pertama mulai selesai lelang ada pemenangnya sehingga bulan Maret-April bisa running pelaksanaannya. Kita estimasi pengerjaannya 3 bulan," terangnya.
Wilman menuturkan, untuk pekerjaan pelebaran jalan simpang Pemkot Cimahi tersebut pihaknya sudah melakukan persiapan sejak tahun lalu.
"Kita sudah persiapkan sejak setahun lalu mulai dari pembebasan lahan hingga konsep yang akan diterapkan untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut. Ada beberapa bangunan kios yang sudah dibebaskan dan akan dilakukan pembongkaran," tuturnya.
Selain itu, pihaknya pun bakal membongkar dan memindahkan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Cimahi yang berada tepat di simpang itu.
Namun untuk tahap awal, yang akan terkena dampak hanya di bagian parkir Perpusda saja.
"Untuk bangunan kiosnya sudah kita bebaskan, dan nanti akan dilakukan pembongkaran saat dimulainya pelaksanaan. Kalau untuk perpustakaan, gak langsung gedungnya, bagian depannya saja," jelasnya.
Lebih jauh Wilman menjelaskan, di kawasan tersebut nantinya bakal dibuat bundaran dan pemasangan lampu alat pemberi isyarat lalu lintas atau APILL.
"Untuk konsepnya akan ada bundaran di tengah, lalu ada lampu APILL juga karena simpangnya cukup unik. Jadi dibutuhkan 2 APILL," jelasnya.
Wilman menerangkan, pelebaran di Simpang Pemkot Cimahi itu dilakukan untuk mengentaskan kemacetan di kawasan tersebut. Sebab, kawasan itu kerap menjadi titik simpul kemacetan khususnya saat jam sibuk seperti pagi dan sore hari.
"Harapannya dengan adanya pelebaran jalan nantinya bisa mengurai kepadatan di kawasan tersebut. Terutama saat jam sibuk itu biasanya padat sekali karena ada penyempitan jalan," tandasnya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

