Selama PPKM, Kasus Baru Covid Melonjak di Garut

Selama berlangsung Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)/Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional sejak 12 Januari hingga 8 Februari 2021 di Kabupaten Garut, terjadi penambahan penularan Covid-19 2.038 kasus. Dominan dari kalangan perempuan sebanyak 1.166 kasus, dan laki-laki sebanyak 872 kasus. 

Selama PPKM, Kasus Baru Covid Melonjak di Garut

INILAH, garut - Selama berlangsung Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (ppkm)/Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional sejak 12 Januari hingga 8 Februari 2021 di Kabupaten garut, terjadi penambahan penularan covid-19 2.038 kasus. Dominan dari kalangan perempuan sebanyak 1.166 kasus, dan laki-laki sebanyak 872 kasus. 

Dalam rentang waktu itu juga terjadi penambahan kematian terpapar covid-19 sebanyak 90 kasus, terdiri 47 perempuan dan 43 laki-laki. Mereka berusia antara 16 tahun sampai 84 tahun. Sebanyak 41 orang di antaranya lansia berumur 60 tahun ke atas. 

Selain kasus baru positif covid-19 dan kematian terpapar covid-19, kasus sembuh dari covid-19 juga selama berjalan ppkm/PSBB Proporsional itu bertambah sebanyak 2.977 orang. 

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan covid-19 Kabupaten garut disampaikan Koordinator Komunikasi Publik/Humas Muksin, total jumlah positif covid-19 di Kabupaten garut hingga per 8 Februari 2021 mencapai sebanyak 6.674 kasus. Sebanyak 228 kasus di antaranya meninggal dunia, dan 5.271 kasus lainnya dinyatakan sembuh. Sebanyak 860 kasus masih isolasi mandiri, dan sebanyak 315 kasus masih isolasi perawatan rumah sakit. 

Pemkab garut sendiri tidak akan memperpanjang ppkm/PSBB Proporsional melainkan memberlakukan ppkm/PSBB Mikro hingga 22 Februari 2021. 

Menurut Bupati garut Rudy Gunawan, pemberlakuan ppkm Mikro tersebut mengikuti arahan Pemerintah Pusat dan Pemprov Jawa Barat. 

"Kita tidak diperpanjang (ppkm/PSBB Proporsional). Sekarang, PSBB Mikro. Jadi, ppkm sampai hari ini. Kita mikro yang dilakukan. Mikro di tingkat desa. Sekarang, saya menerima arahan dari Menteri Kesehatan dan Kemendagri. Jadi, tidak lagi (ppkm/PSBB Proporsional). Sekarang, ke (ppkm/PSBB) Mikro," ujarnya.

Rudy pun mengklaim selama berlangsung ppkm/PSBB Proporsional di garut, kedisiplinan protokol kesehatan masyarakat di garut mengalami peningkatan. 

"Minggu ini, kita mengalami penurunan (kasus covid-19). Angka kedisiplinan ada, tapi kan evaluasinya tidak di kita sebenarnya. Evaluasinya di tingkat provinsi. Kami melihat bahwa (ppkm/PSBB) bermanfaatlah. Disiplinnya garut naik," katanya.

Merujuk perkembangan kasus covid-19 selama ppkm/PSBB Proporsional tahap pertama dari 12 hingga 25 Januari 2021, terjadi penambahan positif covid-19 sebanyak 1.175 kasus, dan kematian terpapar covid-19 sebanyak 47 kasus. 

Pada ppkm/PSBB Proporsional tahap dua dari 26 Januari sampai 8 Februari, terjadi penambahan positif covid-19 sebanyak 863 kasus, atau menurun sebanyak 312 kasus dibandingkan tahap pertama, dan kematian terpapar covid-19 sebanyak 43 kasus, atau menurun sebanyak empat kasus dibandingkan tahap pertama.

Sebaliknya, angka kesembuhan selama ppkm/PSBB Proporsional tahap dua meningkat sebanyak 471 kasus menjadi sebanyak 1.724 kasus dibandingkan tahap pertama sebanyak 1.253 kasus.(zainulmukhtar) 


Editor : Zulfirman