Semarak Ramadan, Bazar Takjil Pemkot Cimahi Diserbu Warga

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana berburu hidangan takjil kembali mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Kota Cimahi. 

Semarak Ramadan, Bazar Takjil Pemkot Cimahi Diserbu Warga
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana berburu hidangan takjil kembali mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Kota Cimahi. (InilahKoran/Agus Saria Negara)

INILAHKORAN.ID - Menjelang waktu berbuka puasa Ramadan, suasana berburu hidangan Takjil kembali mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Kota Cimahi. 

Fenomena yang kerap disebut “war Takjil” semakin terasa, seiring antusiasme warga yang berlomba mendapatkan menu favorit, baik secara langsung maupun melalui pemesanan daring.

Takjil menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi berbuka puasa. Beragam pilihan tersedia, mulai dari kolak pisang, es campur, gorengan, kurma, es buah, hingga es kelapa muda. 

Tingginya minat masyarakat membuat sejumlah menu laris manis dan kerap habis dalam waktu singkat. Bahkan, antrean panjang sering kali sudah terlihat sebelum pedagang membuka lapak.

Suasana serupa tampak di bazar Takjil yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi pada awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sejak sore hari, area bazar dipadati warga yang mencari makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Pantauan di lokasi, lapak-lapak yang menjajakan kuliner tradisional hingga modern dipenuhi pembeli yang sibuk memilih dan bertransaksi. 

Salah satu pengunjung, Ani (29), warga Cihanjuang Rahayu, mengaku telah membeli beragam makanan, mulai dari dimsum, asinan, cilung, hingga kolak.

“Saya sudah beli banyak jenis makanan, tapi ini masih belum selesai,” ujarnya sambil tersenyum.

Ani mengaku rutin mengunjungi bazar Takjil Pemkot Cimahi setiap Ramadan. Menurutnya, variasi makanan yang ditawarkan cukup beragam, dengan cita rasa lezat dan harga terjangkau. Selain itu, lokasi bazar dinilai mudah diakses.

“Selain enak dan banyak pilihan, harganya juga tidak menguras kantong. Akses ke sini juga sangat mudah,” jelasnya.

Dia menambahkan, berburu Takjil menjadi cara menyenangkan untuk mengisi waktu ngabuburit. Keramaian suasana serta banyaknya pilihan kuliner membuatnya betah berkeliling area bazar.

“Aktivitas di bulan puasa memang lebih sedikit, jadi saya manfaatkan waktu ngabuburit untuk datang ke sini. Ramainya suasana dan banyaknya pilihan kuliner dari berbagai daerah membuat saya betah berlama-lama,” katanya.

Ani pun berencana kembali mengunjungi bazar tersebut selama Ramadan tahun ini untuk mencoba lebih banyak variasi hidangan.

“Insya Allah akan datang lagi. Saya ingin mencoba sebanyak mungkin variasi makanan yang ada di sini,” tegasnya. ***


Editor : Gin gin T Ginulur