Semua Bahaya
BAGI Igor Tolic, seluruh elemen tim Persija Jakarta musim ini sama bahaya. Pemain di semua lini bisa mengubah arah laga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Muhammad Ginanjar
Igor menunjukan kewaspadaannya terhadap Persija jelang kedua tim bertemu pada laga kedua Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (12/9).
Menurutnya, saat ini kekuatan Persija berbeda ketimbang saat dilawannya pada babak semifinal Piala Presiden 2026 lalu. Hingga akhirnya Persib berhasil memenangkan pertarungan dengan skor 2-1.
“Mereka (Persija) terlihat lebih stabil dibandingkan sebelumnya. Saya tidak melihat banyak ketidakteraturan,” ujar Igor, Rabu (9/9).
Pelatih asal Kroasia ini menilai Persija stabil di semua lini, terutama di sektor pertahanan. Terbukti, tim berjulukan Macan Kemayoran itu berhasil clean sheet saat mengalahkan Borneo FC Samarinda pada laga perdana Super League 2026/2027 dengan skor 1-0.
“Saya melihat sebuah klub yang, terutama dalam bertahan, sudah cukup stabil. Mereka tidak banyak kebobolan, dan itu sangat penting. Jika Anda memiliki pertahanan yang bagus dan tidak kebobolan, itu menjadi fondasi yang baik,” tuturnya.
Tidak hanya lini belakang, pelatih berusia 48 tahun ini juga menilai lini depan Persija memiliki kualitas yang bisa membahayakan gawang lawan.
Kondisi ini, lanjutnya, sama seperti Persib Bandung yang mampu mengalahkan PSM Makassar dengan skor 3-1 saat memulai Super League 2026/2027.
“Mereka bisa mencetak gol melalui bola mati maupun permainan terbuka. Namun, pertahanan harus tetap stabil,” tambahnya.
Karena itu, Igor memprediksi laga nanti akan berjalan seru dan sengit. Namun, dia memastikan Persib akan tampil maksimal demi bisa meraih kemenangan meski bermain di kandang Persija.
“Dimanapun kami bermain. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik. Jadi, kita lihat siapa yang akan merasa bahagia pada akhirnya. Namun, tidak ada yang akan ditentukan dari pertandingan ini. Ini hanya satu pertandingan di putaran kedua. Memang tidak terlalu diperkirakan, tetapi kami siap,” pungkasnya.
Sementara itu, Pelatih Persija Shin Tae-yong berharap seluruh pihak yang terlibat, termasuk para suporter, dapat menjaga sikap dan menjadikan sportivitas sebagai bagian penting dari pertandingan.
Shin Tae-yong memahami bahwa pertandingan dengan intensitas tinggi dapat menghadirkan berbagai dinamika.
Keputusan wasit, misalnya, tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan salah satu pihak. Akan tetapi, situasi tersebut merupakan bagian dari sepak bola yang harus diterima dengan kepala dingin.
“Sejujurnya, yang ingin saya pesankan adalah, tidak peduli apakah kami melawan Persib, Bali United, atau Dewa United, para fans harus selalu tertib dan tidak boleh ada masalah. Wasit bisa saja membuat keputusan yang salah, atau membuat keputusan yang benar, tetapi pertandingan tetaplah pertandingan,” kata STY.
Menurutnya, Persija akan tetap berjuang maksimal untuk mendapatkan kemenangan. Dukungan suporter pun diyakini menjadi energi penting bagi pemain selama pertandingan. Karena itu, ia berharap dukungan tersebut diberikan dengan cara yang positif dan tetap menjunjung tinggi rasa saling menghormati.
“Kami harus selalu mengedepankan fair play dan saling menghormati dengan baik. Kami akan berusaha sekuat tenaga agar bisa menang. Namun, seandainya hasilnya tidak sesuai harapan, saya berharap Jakmania tetap memberikan dukungan yang kuat atas dasar cinta kepada Persija. Dukungan yang bisa menciptakan motivasi bagi kami ke depannya,” ujarnya lagi.
Menurutnya kemenangan tentu menjadi target yang ingin diwujudkan Persija. Meski demikian, hasil akhir bukan satu-satunya hal yang menentukan bagaimana sebuah pertandingan seharusnya dikenang.
Sikap para pemain, suporter, dan seluruh pihak di dalam maupun di sekitar pertandingan juga menjadi bagian penting dari atmosfer sepak bola.
Karena itu, ia ingin laga Persija kontra Persib dapat berlangsung dalam suasana yang aman dan nyaman. Antusiasme besar yang menyertai pertemuan kedua tim diharapkan justru menjadi energi positif untuk menciptakan pertandingan yang menarik.
“Saya akan sangat-sangat berterima kasih apabila para fans tidak melakukan kekerasan fisik antarsesama atau membuat masalah-masalah kerusuhan seperti itu,” pungkasnya. (bsf)
Editor : Inilahkoran

