Laga Gila di Santiago Bernabeu

Laga Gila di Santiago Bernabeu
Net

PELATIH  Real Madrid, Jose Mourinho, secara blak-blakan menyebut kemenangan 2-1 timnya atas Inter Milan pada laga pembuka Liga Champions 2026/2027 sebagai "pertandingan yang gila".

Oleh: Bsafaat

Dalam kesempatan yang sama, juru taktik beralias The Special One itu juga mengungkapkan pernyataan ikonik terkait alasannya kembali menukangi raksasa Spanyol tersebut.

Langkah Los Blancos menjelang laga di Santiago Bernabeu, Selasa (8/9) malam waktu setempat, sejatinya dipenuhi masalah pelik.

Skuad mereka compang-camping akibat skorsing yang menimpa Bernardo Silva, Arda Guler, dan Eduardo Camavinga. Belum lagi deretan pemain cedera seperti Eder Militao, Ferland Mendy, Raul Asencio, dan Rodrygo, serta kondisi fisik Aurelien Tchouameni, Endrick, dan Thiago Pitarch yang tidak bugar 100 persen.

Kendati tampil pincang, Madrid mampu bermain klinis dengan menghukum dua blunder fatal Inter Milan di 25 menit pertama. Kylian Mbappe memaksimalkan umpan keliru dari Curtis Jones, disusul gol Federico Valverde yang memanfaatkan kesalahan kiper Josep Martinez di area kotak penalti.

Saya menyukai hasilnya, tiga poin di pertandingan pembuka melawan tim yang sangat kuat. Pertandingan ini spektakuler bagi siapa pun yang menonton di rumah, tetapi tidak untuk saya maupun Cristian Chivu," ungkap Mourinho kepada Sky Sport Italia.

"Pertandingan ini gila. Skornya bisa saja 5-0 untuk kami, atau 5-5, 7-6, 5-6, ini adalah pertandingan dengan begitu banyak peluang. Inter sangat kuat, sulit bagi lini tengah kami untuk menutup pergerakan mereka yang bertahan rapat, namun kami sebenarnya bisa saja membunuh laga dengan skor 3-0 sebelum turun minum," jelasnya.

Di tengah kemenangan tersebut, sempat terdengar cemoohan dari sebagian pendukung Madrid yang menuding Kylian Mbappe bermain terlalu egois dan kurang membantu rekan setimnya. Namun, Mourinho dengan cepat memasang badan.

"Mbappe bekerja sangat keras, dia mencetak gol penting. Dia punya dua atau tiga peluang yang biasanya berhasil dikonversi, tapi saya tidak khawatir karena dia akan selalu mencetak gol. Dia pasti akan kembali menjadi top skor Liga Champions musim ini," tegas pelatih asal Portugal tersebut.

Laga pembuka ini juga menjadi momen reuni istimewa antara Mourinho dan pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, yang merupakan mantan bek andalannya saat merengkuh Treble Winner historis bersama Inter pada 2010. Keduanya tampak berpelukan hangat sebelum dan sesudah laga bergulir.

Reuni tak berhenti di situ. Pada matchday Liga Champions berikutnya, Mourinho harus melawat ke Stadio Olimpico untuk menghadapi AS Roma, klub yang memecatnya beberapa waktu lalu.

"Saya tidak bisa menutupi bahwa laga melawan Roma di ibu kota Italia akan menjadi yang pertama kalinya saya kembali ke sana. Tentu saja itu akan menguras emosi, tetapi hanya sebelum dan sesudah pertandingan. Selama laga berlangsung, saya akan memakai kacamata kuda (fokus penuh)," ujarnya.

Sebagai penutup, ketika ditanya mengapa Presiden Real Madrid Florentino Perez begitu berambisi membawanya kembali ke kursi pelatih di tengah situasi klub yang sulit, Mourinho melontarkan sebuah kutipan khas yang sangat epik.

"Karena situasinya memang sulit. Jika semuanya mudah, itu bukan pekerjaan untuk saya. Kalau situasinya sulit, Anda panggil Jose," pungkasnya. (bsf)


Editor : Inilahkoran