Sentra Vaksinasi BPBD Jabar Ditutup, Garut Siapkan Rp1,2 Miliar Lanjutkan Vaksinasi

Sentra Vaksinasi BPBD Jawa Barat yang dilaksanakan sekitar dua bulan di Kabupaten Garut resmi ditutup, Selasa 21 September 2021.

Sentra Vaksinasi BPBD Jabar Ditutup, Garut Siapkan Rp1,2 Miliar Lanjutkan Vaksinasi
Sentra Vaksinasi BPBD Jabar di Kabupaten Garut resmi ditutup, Selasa 21 September 2021.

INILAHKORAN, Garut - Sentra Vaksinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan sekitar dua bulan di Kabupaten Garut resmi ditutup, Selasa 21 September 2021.

Meski demikian, pelaksanaan vaksinasi demi percepatan terealisasinya herd immunity atau kekebalan kelompok di Garut akan terus dilanjutkan Pemkab Garut bekerjasama TNI/Polri.

Untuk kebutuhan tersebut, Pemkab Garut menyiapkan anggaran sebesar Rp1,2 miliar.

Baca Juga: Capaian Sentra Vaksinasi BPBD Jabar di Kabupaten Bekasi Lampaui Target

Penutupan Sentra Vaksinasi BPBD Jawa Barat di Garut dilakukan Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika di Gedung Pendopo Kecamatan Garut Kota. Turut hadir, Bupati Garut Rudy Gunawan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Garut, dan Ketua Kwartir Daerah Pramuka Jawa Barat Atalia Praratya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur. Ini sebagai wujud nyata Bapak Gubernur melalui BPBD melaksanakan vaksinasi di Kabupaten Garut. Jadi, sebenarnya ini bukan yang terakhir, karena kami melihat antusiasme yang begitu besar dari warga. Pelaksanaan vaksinasi ini akan dilanjutkan oleh Pemkab Garut," kata Rudy Gunawan.

Pelaksanaan vaksinasi di Garut, lanjutnya, akan dilaksanakan Pemkab Garut berkolaborasi dengan TNI/Polri. Anggaran pun disiapkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Garut sebesar Rp1,2 miliar.

Baca Juga: Karawang Jadi Tempat Pertama Sentra Vaksinasi Silih Tulungan

Rudy Gunawan menyebutkan, kebutuhan vaksin di Kabupaten Garut saat ini mencapai sebanyak 3,4 juta vaksin lagi. Pemkab Garut sendiri baru menerima sebanyak 600 ribu vaksin.

"Asumsi ini berdasarkan jumlah warga Garut 2,7 juta jiwa, dan wajib vaksin dua juta dikalikan dua yaitu 4 juta vaksin. Padahal saya sudah sampaikan melalui zoom ke Bapak Presiden, vaksinator di Kabupaten Garut dalam keadaan menganggur. Kita ingin Jawa Barat ini herd immunity cepat, ekonomi pulih, anak-anak bisa belajar tatap muka tanpa ada hambatan," ujarnya.

Baca Juga: Alhamdulillah, Jumlah Pasien Covid-19 yang Dirawat di RS Garut Tinggal 7 Orang

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan Provinsi Jabar Dewi Sartika menyatakan pihaknya akan melakukan upaya percepatan untuk kesejahteraan peningkatan derajat kesehatan. Vaksinasi pun tetap harus diselaraskan dengan penerapan protokol kesehatan.

"Perlu diketahui masyarakat yang ada di Jawa Barat, terutama yang ada di Garut. Ini adalah vaksin kedua. Jadi, vaksin pertama itu adalah lebih memperkenalkan imunitas. Jadi, memang pada vaksin pertama itu belum secara protektif melindungi. Nah, di vaksin kedua inilah efitasi ditingkatkan. Kemudian juga, situasi untuk kekebalan ditingkatkan," ucapnya. (zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran