Seorang Siswa SD di Garut Meninggal Usai Vaksin Covid, Dinkes Garut Telusuri Penyebabnya

Dinkes Kabupaten Garut menelusuri terkait adanya seorang anak kelas 4 SD di Garut yang meninggal dunia usai mendapatkan vaksin Covid

Seorang Siswa SD di Garut Meninggal Usai Vaksin Covid, Dinkes Garut Telusuri Penyebabnya
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Leli Yuliani mengaku Dinkes Garut masih melakukan penelusuran terkait adanya seorang anak siswa kelas 4 SD yang meninggal dunia usai divaksin Covid

INILAHKORAN,Garut,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, masih menelusuri penyebab seorang siswa kela 3 4 SD meninggal dunia setelah mendapatkan vaksin Covid 19.

Penelusuran dilakukan Dinkes Garut untuk mengetahui secara pasti apa penyebab meninggalnya seorang siswa tersebut meninggal dunia setelah mendapatkan vaksin Covid.

Sekretaris Dinkes Garut, Leli Yuliani mengungkapkan, Dinkes Garut terus menelusuri penyebab meninggalnya seorang anak usai divaksin Covid. Hal itu untuk mengetahui penyebab pastinya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Didorong Maju Pilpres 2024, Ini Dia Pendukungnya

"Kita belum bisa menyimpulkan karena hari ini dari tim KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi) akan menelusuri dan mendiskusikan," ungka Leli, Minggu 23 Januari 2022.

"Kita juga belum bisa memberikan keterangan dari mana dan apa penyebabnya," imbuhnya
Leli menuturkan korban seorang perempuan pelajar kelas 4 sekolah dasar yang mendapatkan vaksinasi di sekolahnya, Sabtu 15 Januari 2022.

Siswi tersebut, kata dia, kemudian mengeluhkan sakit muntah-muntah lalu dibawa ke Puskesmas Wanaraja pada 19 Januari, selanjutnya diperiksa oleh dokter dan sehari kemudian kondisi kesehatannya mulai membaik.

Baca Juga: Relawan Jawara Bogor Raya Deklarasikan Dukungan bagi Ridwan Kamil Maju di Pilpres 2024

"Masuk Puskesmas itu tanggal 19 karena muntah-muntah, agak jauh jaraknya dari vaksinasi," katanya.

Ia menyampaikan pada 21 Januari anak tersebut kembali muntah-muntah, lalu mendapatkan penanganan lebih lanjut dengan melakukan cek laboratorium, namun sorenya meninggal dunia.

"Anak muntah-muntah lagi disertai sakit kepala, kemudian cek lab, sorenya kondisi anak ngedrop, pukul 17.35 pasien dinyatakan meninggal dunia," katanya.

Baca Juga: Viral! Evakuasi Jenazah Lewat Jembatan Bambu, Berujung Ambruk dan Jenazah Kecemplung

Ia menyampaikan saat pemeriksaan kesehatan sebelum divaksin kondisi anak tersebut sehat dan dinyatakan boleh divaksin Covid-19.

Terkait jumlah kasus anak meninggal dunia setelah divaksin, kata dia, baru satu orang, selain itu ada juga anak yang mendapatkan penanganan kesehatan setelah divaksin.***


Editor : inilahkoran