Seperempat Abad Pengembangan Kota Mandiri, Kota Baru Parahyangan Sambut Generasi Produktif Miliki Rumah dan Berinvestasi Properti
Kota Baru Parahyangan menginjak usia 25 tahun pengembangan. Direktur Kota Baru Parahyangan Ryan Brasali mengatakan, melanjutkan pengembangan kota mandiri pihaknya tetap dengan visi awal mengembangkan proyek berskala kota yang akan menampung segala fasilitas dan fungsi perkotaan termasuk menyediakan hunian berkualitas bagi berbagai segmen termasuk generasi muda dan usia produktif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kota Baru Parahyangan menginjak usia 25 tahun pengembangan. Direktur Kota Baru Parahyangan Ryan Brasali mengatakan, melanjutkan pengembangan kota mandiri pihaknya tetap dengan visi awal mengembangkan proyek berskala kota yang akan menampung segala fasilitas dan fungsi perkotaan termasuk menyediakan hunian berkualitas bagi berbagai segmen termasuk generasi muda dan usia produktif.
Menurutnya, bonus demografi di Indonesia mendorong peningkatan kebutuhan perumahan, terutama di daerah perkotaan. Keberadaan Kota Baru Parahyangan sebagai kota penyangga Bandung Raya kini telah menjadi pilihan dan solusi hunian bagi generasi usia produktif dengan menghadirkan ekosistem hunian.
"Kota Baru Parahyangan tidak hanya strategis dan terintegrasi dengan infrastruktur modern, tetapi juga mendukung gaya hidup dinamis serta aksesibilitas terhadap peluang ekonomi," kata Ryan, Kamis 10 April 2025.
Dia menjelaskan, aksesibilitas yang baik ke pusat kota Bandung dan Jabodetabek melalui Tol Purbaleunyi dan Cipularang kini semakin nyaman via akses langsung Flyover dari Gerbang Utama Kota Baru Parahyangan.
Plus, kehadiran kereta api cepat Whoosh di Stasiun Padalarang pada akhir 2023 menambah lengkap pilihan moda transportasi yang terkoneksi dengan Kota Baru Parahyangan. Hal tersebut sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi kawasan regional Jakarta-Bandung termasuk Kota Baru Parahyangan yang kini semakin lengkap dengan fasilitas kota hingga rekreasi dan telah menjadi destinasi wisata menuju tourism property.
Saat ini, Tatar Jayaprakasa dikembangkan sebagai tatar terbaru di Kota Baru Parahyangan yang menghadirkan rumah dua lantai dengan pilihan 2 atau 3 kamar tidur. Desain fasad rumah yang homy dipadukan dengan konsep interior open plan yang expandable dan fleksibel, memungkinkan ruang komunal beradaptasi sesuai kebutuhan penghuni.
"Aplikasi smart home pun diterapkan sesuai dengan gaya hidup digital savvy, menjadikan rumah ini pilihan ideal bagi mereka yang ingin memiliki rumah pertama atau mulai berinvestasi properti," ucapnya.
Ryan menyebutkan, rumah Tatar Jayaprakasa itu akan dipasarkan dengan harga mulai dari Rp1,5 miliaran sudah termasuk pajak dengan skema pembayaran yang ringan, seperti DP rendah atau cicilan jangka panjang. Kota Baru Parahyangan juga telah bekerja sama dengan berbagai perbankan penyedia KPR dengan suku bunga kompetitif dan biaya rendah.
"Kini saatnya generasi usia produktif memanfaatkan momentum baik ini untuk memiliki rumah sendiri sekaligus berinvestasi properti di Kota Baru Parahyangan. Dengan lokasi strategis dan aksesibilitas yang mudah, kawasan ini mendukung mobilitas dan produktivitas warganya, sekaligus menghadirkan gaya hidup ramah lingkungan di tengah melimpahnya ruang terbuka hijau. Ditambah dengan beragam fasilitas kota, mulai dari pendidikan, kesehatan, olahraga, hingga rekreasi," tuturnya
Editor : Doni Ramdhani


