Sering Emosi di Jalan atau Tempat Umum? Ini Risiko Kesehatan dan Cara Meredakannya

Diserobot saat antre, dipotong pengendara lain di jalan raya, hingga tetangga yang bising. Hal-hal kecil di tempat umum seringkali menjadi pemantik emosi.

Sering Emosi di Jalan atau Tempat Umum? Ini Risiko Kesehatan dan Cara Meredakannya
Lim Boon Leng, psikiater dari Gleneagles Hospital Singapura menilai bahwa masyarakat modern cenderung makin tidak sabar. (tangkapan layar)

INILAHKORAN.ID - Diserobot saat antre, dipotong pengendara lain di jalan raya, hingga tetangga yang bising. Di tengah tekanan hidup yang makin tinggi, hal-hal kecil di tempat umum seringkali menjadi pemantik emosi yang meledak-ledak.

Lim Boon Leng, psikiater dari Gleneagles Hospital Singapura menilai bahwa masyarakat modern cenderung makin tidak sabar. Mengutip dari CNA, menurutnya pola pikir yang menuntut orang lain tunduk pada aturan serta rasa self-entitlement (merasa diri paling benar) membuat seseorang mudah merasa dirugikan saat hal tak menyenangkan terjadi.

Bahaya Menahan dan Meluapkan emosi

Meredam amarah atau menyalurkannya secara agresif sama-sama berdampak buruk bagi kesehatan.

Memendam emosi negatif dapat memicu ketegangan otot terus-menerus yang berujung pada nyeri kronis, insomnia, kecemasan, hingga gangguan mental.

Di sisi lain, ledakan amarah secara langsung dapat meningkatkan tekanan darah secara drastis. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa jam setelah emosi meledak, risiko nyeri dada, serangan jantung, aritmia, hingga stroke dapat meningkat signifikan.

Trik Menghadapi 5 Situasi Pemicu emosi

Dibanding berkonflik atau memendam kekesalan, berikut panduan praktis menghadapi situasi yang memancing amarah di kehidupan sehari-hari.

1. Dipotong Pengendara Lain di Jalan

Jangan mengejar atau membalas karena justru membahayakan diri sendiri. Tarik napas dalam-dalam, jaga jarak aman, dan biarkan mobil tersebut lewat. Jika ada pelanggaran berat dan Anda memiliki rekaman dashcam, laporkan ke pihak berwajib.

2. Penyerobot Antrean

Tegur dengan sopan dan informasikan bahwa Anda sudah mengantre terlebih dahulu. Jika ia acuh, sampaikan kepada petugas yang bertugas. Penyerobot antrean biasanya akan mundur saat ditegur di depan umum.

3. Berebut Meja Makan di Tempat Umum

Coba bicarakan secara baik-baik. Namun, jika lawan bicara mulai tidak rasional dan bersikap agresif, sebaiknya mengalah dan cari tempat duduk lain untuk menghemat energi serta waktu Anda.

4. Penumpang Menyetel Suara HP Sangat Kencang

Minta orang tersebut menurunkan volume suaranya dengan sopan. Jika ia menolak, hindari adu mulut. Gunakan headphone Anda sendiri atau pindah ke tempat duduk yang lebih tenang.

5. Tetangga Bising

Utamakan pendekatan kekeluargaan. Tanyakan kabar mereka terlebih dahulu, lalu sampaikan keluhan Anda secara santai. Masyarakat cenderung merespons kebaikan dengan kebaikan. Jika gangguan berlanjut, kumpulkan bukti dan laporkan ke pengurus lingkungan setempat.

Solusi Utama: Komunikasi Asertif dan Empati

Profesor Megan Hays, psikolog dari University of Alabama, menyarankan penggunaan komunikasi asertif daripada tindakan agresif atau pasif-agresif, seperti menyindir atau memburu-burukan orang lain di media sosial.

Jika emosi sudah di ambang batas, ambil jeda sejenak untuk menenangkan diri. Lakukan aktivitas pengalih seperti mendengarkan musik, berolahraga, atau melakukan kegiatan kreatif sebelum merespons situasi tersebut.


Editor : Doni Ramdhani