Serupa Kasus Herry Wirawan! Deretan Fakta Aksi Cabul Pengurus Panti Asuhan di Cihampelas Bandung Barat
Terungkap fakta aksi cabul pengurus panti asuhan di Cihampelas Bandung Barat yang nyaris serupa kasus guru cabul Herry Wirawan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Salah seorang oknum pengurus panti asuhan di Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, berinisial D tega mencabuli tiga anak didiknya.
Kasus pencabulan pengurus Panti Asuhan di Cihampelas, Bandung Barat, ini bikin geger warga setempat. Mirip kasus pencabulan Herry Wirawan yang memakan korban belasan santriwati pesantren di Cibiru, Bandung, belum lama ini.
Adalah Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) KBB yang mengungkap aksi pencabulan pengurus panti asuhan di Cihampelas, Bandung Barat, itu berdasarkan laporan dari Ketua Pembina panti.
Baca Juga: Ternyata Begini Kronologis Pencabulan Sopir Taksi Online terhadap Emak-emak di Bogor
Simak deretan fakta kasus pencabulan pengurus panti asuhan di Cihampelas Bandung Barat, ini berdasarkan penuturan KPAI.
Korban di Bawah Umur
Tiga orang korban aksi bejat D sang oknum pengurus panti asuhan di Cihampelas Bandung Barat, itu ternyata masih berada di bawah umur.
Salah seorang korban berusia 14 tahun, yang merupakan warga asal Banjaran, Kabupaten Bandung.
Baca Juga: Terlibat Prostitusi Online di Jateng, Segini Tarif yang Dipasang Selebgram TE untuk Sekali 'Main'
Ketiga korban itu kini sudah mendapatkan pendampingan dari KPAI KBB bersama DP2KBP3A.
Korban Trauma Berat
Ketiga korban pencabulan D sang oknum pengurus panti asuhan di Cihampelas Bandung Barat, itu kini mengalami trauma berat.
Bahkan, ada korban yang sempat ingin bunuh diri akibat mendapatkan kekerasan seksual dari D sang oknum pengurus panti asuhan itu.
Baca Juga: Jalani Ritual Gaib, Dua Warga Garut Meninggal Dunia Usai Santap Daging Domba
Pelaku Asal Cianjur
Sang oknum pengurus pesantren berinisial D, itu diketahui merupakan warga asal Cianjur yang kini berusia 41 tahun.
Pelaku kini sudah diamankan petugas kepolisian dan mendekam di sel sementara Polsek Cililin, KBB.
Kasus Berlangsung Lama
Belum dijelaskan secara resmi terkait rentang waktu aksi pencabulan D di panti asuhan Cihampelas, Bandung Barat itu.
Baca Juga: Geger Aksi Pencabulan di Panti Asuhan Cihampelas Bandung Barat, Korban Sampai Ingin Bunuh Diri
Hanya saja kasus ini baru terungkap dalam sepekan terakhir, menyusul adanya laporan dari salah seorang pekerja di panti asuhan itu.
”Minggu kemarin kami menerima laporannya, dan langsung berkoordinasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) serta pihak kecamatan untuk meminta keterangan dari ketua yayasan sebagai pihak pelapor," kata Wakil Ketua KPAI Bandung Barat, Prihatin Mulyati, Senin 20 Desember 2021.
Baca Juga: Tiga Anak Santriwati Bakal Berikan Kesaksian Soal Aksi Bejat Herry Wirawan
Setelah itu, lanjutnya, langsung diadakan pertemuan yang melibatkan pihak desa, kadus serta Ketua RW, serta seorang saksi yang pernah mendengar curhatan dari salah satu korban.
"Di kantor desa, ketua yayasan memanggil pekerjanya untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi. Pekerja itu bilang jika dia pernah mendengar curhatan korban asusila yang dilakukan pengasuh panti," ungkapnya.***(Agus Satia Nagara)
Editor : inilahkoran


