Setahun Memimpin Kota Bogor, Dedie-Jenal Fokus Penataan dan Pelayanan Warga

Genap setahun memimpin Kota Bogor, Wali Kota Dedie A Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menggelar rapat pimpinan untuk mengevaluasi program.

Setahun Memimpin Kota Bogor, Dedie-Jenal Fokus Penataan dan Pelayanan Warga
Wali Kota Dedie A Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menggelar rapat pimpinan untuk mengevaluasi program selama satu tahun. (InilahKoran/Rizki Mauludi)

INILAHKORAN.ID - Genap satu tahun Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin memimpin Kota Bogor, Jumat (20/2/2026). 

Dedie A Rachim dan Jenal Mutaqin resmi dilantik menjadi Wali Kota Bogor dan wakil Wali Kota Bogor di Istana Negara, Kamis (20/2/2025) pagi. 

Dalam masa satu tahun kepemimpinan Kota Bogor tersebut, mereka menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) di Bumi Ageung Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat (20/2/2026) pagi. 

Rapat itu membahas berbagai persoalan dan evaluasi untuk program Dedie-Jenal selama satu tahun. Terpantau hadir Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi dan para pejabat lainnya. 

Kepala Bidang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Dian Intania mengatakan, Wali Kota Bogor menggelar Rapim untuk satu tahun Dedie-Jenal. 

"Ya, betul menggelar rapat pimpinan evaluasi satu tahun pemerintah Dedie-Jenal di Bumi Ageung Batutulis. Dimulai pukul 08.00 WIB dan masih berlangsung," kata Dian kepada INILAH, Jumat (20/2/2026). 

Jelang satu tahun memimpin Kota Bogor, Dedie-Jenal telah merombak 245 jabatan. Perombakan meliputi pejabat tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, kepala sekolah, dan kepala puskesmas di lingkungan Pemkot Bogor.

Namun, ada beberapa target yang ingin dicapai, di antaranya penyelesaian akses jalur Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan. 

Akses itu menghubungkan empat kelurahan yang sebelumnya terdampak longsor, melalui pembebasan lahan dan pembangunan trase baru.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim memaparkan tugas khusus dari Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam rapat koordinasi nasional beberapa waktu lalu.

Tugas khusus itu di antaranya menjaga lingkungan dan kebersihan, penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), serta pembenahan dan penataan transportasi.

"Kepada para lurah, saya meminta agar lebih mengenal warganya secara mendetail dan mendalam," kata Dedie.

Menurut Dedie, lurah harus tahu identitas warga yang dibantu atau sakit dan tidak mungkin dilarikan ke rumah sakit. 

"Koordinasikan dengan puskesmas, lakukan langkah untuk melihat langsung warga yang sedang sakit atau membutuhkan pertolongan," tutup Dedie. ***


Editor : Gin gin T Ginulur