Siaga Konflik Timur Tengah, Pemprov Jabar Monitor 3.960 Warga
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat merespons eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bergerak cepat merespons eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Sebanyak 3.960 warga asal Jawa Barat tercatat bekerja di sejumlah negara di kawasan tersebut dan kini dalam pemantauan intensif.
Pemerintah daerah memastikan proses monitoring berjalan berkelanjutan untuk menjamin keselamatan para pekerja di tengah meningkatnya tensi geopolitik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Adi Komar mengatakan, koordinasi dengan pemerintah pusat terus diperkuat, terutama terkait skenario perlindungan hingga kemungkinan evakuasi.
"Berdasarkan data Disnaker (Jabar), ada 3.960 warga jabar yang bekerja di Timur Tengah. Ini terus kami monitor," ujar Adi, Rabu 4 Maret 2026.
Menurutnya, langkah awal yang kini dilakukan adalah pendataan ulang dan memastikan seluruh warga dalam kondisi aman serta dapat berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia.
Guna mempercepat arus informasi, Pemprov Jabar juga membuka layanan hotline khusus. Saluran ini disiapkan sebagai jalur komunikasi langsung bagi warga maupun keluarga yang membutuhkan informasi atau ingin melaporkan kondisi terkini di lapangan.
"Warga Jawa Barat yang ada di Timur Tengah bisa menyampaikan kondisinya dan apa yang diperlukan melalui hotline yang kami siapkan di nomor 0821-2603-0038," paparnya.
Selain itu, Diskominfo Jabar telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait perkembangan situasi dan prosedur penanganan apabila kondisi memburuk. Namun, keputusan teknis mengenai evakuasi masih menunggu arahan resmi pemerintah pusat.
"Untuk kebijakan evakuasi, kami menunggu informasi teknis dari pemerintah pusat," katanya.
Adapun status warga Jabar di Timur Tengah cukup beragam. Mereka terdiri atas Pekerja Migran Indonesia (PMI), mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, hingga jemaah umrah yang sempat terdampak gangguan jadwal penerbangan akibat situasi keamanan.
Pemprov Jabar menegaskan, setiap laporan yang masuk melalui hotline akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas instansi hingga level pusat. Pemerintah berharap seluruh warga Jabar di kawasan terdampak tetap dalam keadaan selamat dan dapat terus menjalin komunikasi aktif dengan keluarga di tanah air.***
Editor : JakaPermana
