Siapkan Lahan TPS Sementara di TPA Sarimukti, Emil: Volume yang Diizinkan Hanya 150 Ritasi
Guna mengantisipasi darurat sampah, Pemprov Jabar membuka tempat pembuangan sampah atau TPS Sementara di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Guna mengantisipasi darurat sampah, Pemprov Jabar membuka tempat pembuangan sampah atau TPS Sementara di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kendati demikian, butuh waktu selama dua hari untuk membuka akses jalan untuk truk pengangkut sampah ke lokasi TPS Sementara di TPA Sarimukti.
"Jadi, selama dua hari kepada kota/kabupaten terdampak mohon menyesuaikan (terkait penyediaan TPS Sementara di TPA Sarimukti)," ungkap Gubernur Jabar Ridwan Kamil kepada wartawan.
"Paling lambat Senin pagi sudah bisa membuang sampah secara normal. Mudah-mudahan, Senin penanggulangan sampah sudah beres," sambungnya.
Emil menyebut, kapasitas TPS Sementara di TPA Sarimukti yang diizinkan hanya seluas 2 hektare.
"Luas tersebut dari 6,3 hektare lahan yang sudah disiapkan untuk perluasan di masa depan," sebutnya.
Oleh karenanya, lanjut Emil, pengiriman sampah masih akan dibatasi kurang lebih 150 ritasi untuk volume yang diizinkan.
Meski begitu, Emil juga memastikan pembukaan tempat pembuangan sampah sementara tersebut aman meski belum secara resmi dibuka lantaran kondisi darurat.
"Jadi lokasi ini sudah dihitung berapa Amdalnya dan lain sebagainya. Bahkan, sudah ditentukan dan secara visual masih jauh dari sungai Cipanauwan.
Kang Emil juga meminta warga agar membiasakan mengurangi volume sampah dari sekarang.
"Jadi, jangan sampai menunggu kedaruratan. Mulai sekarang harus mengurangi dan mengelola sampah secara mandiri itu lebih baik," ucapnya.
"Karena kita semua tahu tidak semua sistem lingkungan sanggup menanggulangi apa yang menjadi produksi sampah masyarakat di kota/kabupaten," sambungnya.
Tak hanya itu, lanjut Emil, pihaknya pun telah melakukan transisi waste to energy pihaknya telah menyetujui pembangunan dan pengelolaan Legok Nangka oleh perusahaan multinasional asal Jepang, Sumitomo Hitachi Zosen untuk mengelola Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka Nagreg, Kabupaten Bandung.
"Legok Nangka ini sudah diumumkan pemenangnya Grup Sumitomo dari Jepang. Mudah-mudahan, dalam dua tahun semua persampahan ini bisa beralih ke Legok Nangka dan dengan sistem tidak dengan buang di tempat tapi diolah dengan teknologi canggih menjadi energi listrik," paparnya.
"Dengan demikian, satu hari dalam waktu tidak terlalu lama, khususnya pengelolaan lingkungan persampahan di Jabar sudah level kelas dunia," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


