Sikap Kami: Bukan Gulfstream, Tapi Embraer

SEBUTLAH secara beruntun. Kertajati, Pekanbaru, Balikpapan, Makassar. Kalau perlu, tambahkan Davao dan Vientiane. Sekali lagi, sebutkan secara beruntun.

Sikap Kami: Bukan Gulfstream, Tapi Embraer

SEBUTLAH secara beruntun. Kertajati, Pekanbaru, Balikpapan, Makassar. Kalau perlu, tambahkan Davao dan Vientiane. Sekali lagi, sebutkan secara beruntun.

Itulah daftar bandara-bandara yang akan segera dilintasi Scoot, anak usaha Singapore Airlines, dalam waktu dekat ini. Kertajati, patut kita bangga, menjadi bandara yang pertama mereka sentuh.

Tepatnya, terbang dengan menggunakan pesawat Embraer E190-E2. Sama-sama pesawat jet, tapi tentu beda dengan Gulfstream yang sekarang sangat terkenal di Indonesia itu. Embraer E190-E2 dirancang untuk pesawat komersial, sementara Gulfstream cenderung untuk pesawat pribadi atau perusahaan.

Scoot sebenarnya sudah menyinggahi Pekanbaru, Balikpapan, dan Makassar, di Indonesia. Tapi, selama ini mereka menggunakan Airbus A320. Jika Pekanbaru, Balikpapan, dan Makassar baru disinggahi Embraer milik Scoot pada Oktober, di Kertajati pesawat itu sudah mendarat pada akhir September. Jadi lebih awal. Sementara, dua kali seminggu.

Apa makna di balik semua itu? Sebagai sebuah terminal penerbangan, Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati itu sebenarnya sudah mendapatkan kepercayaan internasional. Sebelum Scoot, Malaysia Air Services juga sudah membuka jalur penerbangan ke Kertajati.

Harus kita akui, BIJB Kertajati adalah bandara yang hadir tidak tepat waktu. Dia diresmikan saat jalur penghubungnya masih miskin. Tak lama berselang, muncul pula wabah Covid-19.

Akibatnya, satu-persatu maskapai penerbangan, bahkan domestik juga, mundur dari Kertajati. Bagaimana mereka melayani penerbangan ke Kertajati jika keterisian penumpang tak cukup untuk membeli avtur.

Tetapi, Kertajati tetaplah sebuah harapan. Dia, kita yakini, bakal menjadi hub Jabar dengan berbagai titik penting lain di Indonesia, bahkan di kawasan regional. Hanya memang, tinggal tingkat kepercayaan masyarakat Jabar saja yang perlu dinaikkan untuk membuat Kertajati lebih hidup.

Saat ini, sedikitnya ada tujuh rute domestik yang dilayani BIJB: Medan, Batam, Palembang, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, dan Denpasar. Pemerintah, juga otoritas BIJB, telah pula menyiapkan travel shuttle dan bus Damri dari Bandung, Cirebon, Karawang, Tasikmalaya, dan kota lainnya.

Maka, tinggal sebenarnya menunggu kapan warga Jabar memiliki kebanggaan dari Kertajati. Jika hendak menuju kota-kota tersebut, sepanjang sesuai jadwal, terbang dari Kertajati akan sangat membantu industri aviasi Jawa Barat.

Jika koprorasi seperti Singapore Airlines saja tertarik dengan Kertajati, masak warga Jabar memicingkan mata. Apalagi, Scoot, menyediakan perjalanan gratis dari Bandung menuju Kertajati dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Ayo, terbang dari Kertajati. Nanti bisa pakai Embraer E190-E2, bukan Gulfstream. (*)


Editor : Zulfirman