Sistem Baru Awasi Gizi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Kapuas - Sepiring makanan bergizi bukan hanya soal rasa kenyang. Di balik setiap menu yang tersaji untuk anak-anak sekolah, ada proses panjang untuk memastikan makanan itu aman, bergizi, dan layak disantap.
Kini, pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memasuki babak baru. Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, memperkenalkan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN), sebuah platform digital yang dirancang untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan yang diterima para siswa.
Salah satu fitur utamanya adalah uji organoleptik berbasis digital, yakni penilaian terhadap kualitas makanan melalui rasa, aroma, tekstur, dan tampilan fisik.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Kapuas, Rayyana Aurora Nur Asysyifa, mengatakan pengujian tersebut menjadi langkah penting sebelum makanan dibagikan kepada para penerima manfaat.
“Itu sangat diperlukan sebagai upaya memastikan makanan yang disajikan layak dikonsumsi serta memenuhi standar gizi, sebelum diberikan kepada para penerima manfaat,” ujarnya, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (4/8).
Selama ini, penilaian kualitas makanan sebenarnya telah dilakukan oleh masing-masing Person in Charge (PIC) sekolah. Namun, seluruh hasilnya masih dicatat secara manual dan hanya dilaporkan sampai tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Melalui SIPGN, mekanisme tersebut berubah. Setiap hasil penilaian kini harus diinput langsung ke dalam sistem digital sehingga dapat dipantau secara lebih cepat dan terdokumentasi dengan baik.
“Melalui sistem baru, seluruh hasil penilaian wajib di-input langsung ke dalam SIPGN, sehingga data dapat terdokumentasi secara terstruktur, dipantau secara real time, dan terhubung langsung dengan BGN RI di tingkat pusat,” kata Aurora.
Digitalisasi ini diharapkan membuat proses evaluasi menjadi lebih akurat sekaligus mempercepat tindak lanjut apabila ditemukan kekurangan dalam penyajian makanan. (gin)
Editor : Inilahkoran


