Siswa Diajak Pahami Kota: Kenali Persoalan, Cari Jawaban
KOTA bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga ruang belajar. Pelajar Bogor diajak mengenal persoalan kotanya sejak dini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Pelajaran tentang kota tidak selalu harus dimulai dari buku. Bagi siswa kelas VI Sekolah Bogor Raya (SBR), Kota Bogor sendiri menjadi ruang belajar untuk mengenal persoalan yang setiap hari mereka jumpai.
Sampah yang menumpuk, kemacetan di jalan, layanan kesehatan, hingga ketertiban ruang publik menjadi bagian dari pembelajaran. Pemerintah Kota Bogor mengenalkan persoalan tersebut agar anak-anak tidak hanya mengetahui kotanya, tetapi juga memahami bagaimana pemerintah bekerja.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, pemahaman mengenai persoalan perkotaan perlu diberikan sejak dini. Anak-anak perlu mengetahui tugas pemerintah sekaligus kondisi daerah tempat mereka tinggal.
“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 ada beberapa tugas pemerintahan, terutama urusan Pemkot Bogor yang berkaitan dengan pelayanan dasar masyarakat,” kata Jenal, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (20/8).
Di hadapan para siswa, Jenal mengajak mereka melihat kota dari berbagai sisi. Ada pelayanan kesehatan yang harus menjangkau masyarakat, sampah yang harus dikelola, ketenteraman yang perlu dijaga, hingga lalu lintas yang setiap hari menjadi bagian dari kehidupan warga.
Pada sektor kesehatan, pemerintah memberikan pelayanan dan jaminan melalui BPJS Kesehatan serta fasilitas kesehatan yang tersebar di enam kecamatan Kota Bogor.
Persoalan sampah pun tidak luput dari pembahasan. Para siswa dikenalkan dengan berbagai upaya pemerintah, termasuk rencana Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Namun, penyelesaian persoalan kota tidak hanya berada di tangan pemerintah.
Jenal mengajak para siswa memulainya dari hal yang paling dekat: tidak membuang sampah sembarangan dan mengingatkan anggota keluarga untuk ikut menjaga kebersihan.
Sebab, kota yang bersih tidak hanya lahir dari petugas yang bekerja setiap hari. Ia juga tumbuh dari kebiasaan kecil warganya.
Persoalan lain yang dikenalkan adalah ketenteraman dan ketertiban umum. Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), pemerintah berupaya menertibkan berbagai aktivitas yang melanggar aturan sekaligus menjaga fasilitas umum. Tujuannya sederhana: membuat warga merasa aman dan nyaman ketika menggunakan ruang bersama.
Kemacetan juga menjadi bagian dari pelajaran. Para siswa diperkenalkan dengan upaya pemerintah membenahi transportasi perkotaan, termasuk penertiban angkutan kota (angkot) yang sudah tidak laik jalan serta pengembangan layanan angkutan massal Biskita.
“Dengan harga yang murah, Biskita menjadi alternatif angkutan massal perkotaan di Kota Bogor,” kata Jenal. (gin)
Editor : Inilahkoran

