Soal Banjir di Bojong Kulur, Bupati Bogor Ade Yasin Terus Memohon Ini ke KemenPUPR

Bupati Bogor Ade Yasin mengaku terus memohonkan satu hal ke KemenPUPR agar tak lagi terjadi banjir di Desa Bojong Kulur.

Soal Banjir di Bojong Kulur, Bupati Bogor Ade Yasin Terus Memohon Ini ke KemenPUPR
Bupati Bogor Ade Yasin (kanan) terus memohon ke KemenPUPR terkait upaya penanganan banjir di Desa Bojong Kulur.

INILAHKORAN, Bogor- Bupati Bogor Ade Yasin terus memohonkan satu hal ke Kementerian PUPR (KemenPUPR) terkait bencana banjir di Desa Bojong Kulur.

Ade Yasing mengaku sudah berkali-kali memohon kepada KemenPUPR soal revitalisasi Sungai Cikeas-Cileungsi sebagai upaya menangkal banjir di Desa Bojong Kulur.

sudah bertahun-tahun, lanjut Ade Yasin, warga Perumahan Nusa Indah I dan Nusa Indah II, Desa Bojong Kulur, Gunung Putri kerap menjadi korban bencana alam banjir, terutama ketika hujan deras melanda.

Baca Juga: Bupati Rudi Gunawan: Tiket KA Kelas Ekonomi Stasiun Garut-Pasar Senen Rp41 Ribu

Bupati Bogor Ade Yasin menuturkan bahwa tidak cukup 19 mesin pompa air untuk mencegah terjadinya bencana alam banjir.

Apalagi, katanya, ada tanggul Perumahan Nusa Indah II yang roboh diterjang air bah tersebut.

"Dnas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Bogor sebelumnya sudah memberikan bantuan 19 nuah mesin pompa air, namun ternyata hak itu tidak cukup hingga masih terjadi bencana alam banjir ke pemukima warga, kami berencana akan menggali parit dan menanam tumbuhan atau rumput vetiver hingga tebing atau tanggul tidak mengalami longsor," tutur Ade Yasin.

Baca Juga: Ini Kata Ustadz Syafiq Riza Basalamah Tentang Azab Paling Ringan di Neraka, Naudzubillah!

Ibu dua orang anak ini menjelaskan bahwa selaku pemerintah daerah, jàjarannya tidak bisa mengintervensi KemenPUPR.

Hingga setelah memohon, Pemkab Bogor tinggal menunggu kapan normalisasi Sungai Cikeas-Cileungsi akan dilakukan.

"Pemkab Bogor tidak bisa mengintervensi KemenPU-PR, sedangkan penanganan permasalahan di wilayah sungai dan daerah aliran sungai (DAS) kewenangannya ada di mereka," jelasnya.

Kepala DPUPR Kabupaten Bogor Raden Soebiantoro mengaku di anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P), jajarannya akan mencoba menambah bantuan jumlah mesin pompa air dan juga sumur resapan. Hal itu untuk mengurangi potensi bencana alam banjir.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Di Jabar, Sekarang Ngasih Makan Ikan Lele Sudah Pake Hape

"Tahun ini, demi mengurangi potensi bencana alam banjir. DPU-PR akan mencoba menambah bantuan jumlah mesin pompa air dan juga sumur resapan, jumlah bantuan tersebut tergantung ketersediaan uang di APBD-P tahun 2022," ungkap Raden Soebiantoro.***(Reza Zurifwan)


Editor : inilahkoran