Sopir Angkot Mogok Masal Soal Beroperasinya TMP. Ketua Organda Membantahnya
Organda KBB tidak mengetahui isu adanya para sopir angkot akan mogok masal dengan dioperasikannya TMP Padalarang-Kota Bandung
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Isu terkait rencana aksi mogok massal para sopir angkutan umum atau Angkot di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Cimahi mulai mencuat kepermukaan.
Hal tersebut dilakukan menyusul adanya penolakan dari pasar sopir Angkot di Cimahi dan KBB usai beroperasinya Trans Metro Pasundan (TMP) yang dilakukan sejak Jumat 8 April 2022.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) KBB, Asep Dedi Setiawan mengatakan, bus TMP sebenarnya masih dalam tahap uji coba dan menggunakan sistem aplikasi, dalam artian masih gratis.
Baca Juga: Dicuri di Dalam Mobil, Laptop Marzuki Alie Akhirnya Dikembalikan
"Soal protes yang dilakukan para sopir tersebut sebenarnya merupakan sebuah dinamika dikarenakan ada sejumlah trayek yang membuat para sopir Angkot ini keberatan," katanya kepada wartawan, Senin 11 April 2022.
Terkait dengan isu akan adanya aksi mogok massal para sopir Angkot, ia mengaku belum menerima surat edaran resmi.
"Isu mogok massal para sopir itu gak ada. Kalau ada aksi mungkin ada tembusan ke saya. Bahkan, kami juga sudah berkoordinasi dengan Dishub Cimahi, Dishub Jabar dan Kementerian," ujarnya.
Ia menjelaskan, persoalan ada dua shelter bus dari Padalarang ke Cimahi itu tak masalah, bahkan dipastikan tidak merugikan para sopir angkutan umum.
Baca Juga: Polisi Siapkan Skenario Pengalihan Arus Antisipasi Kemacetan Imbas Demo di Bandung
"Justru nantinya, penumpang atau muatan TMP ini bakal didukung oleh angkot. Misalnya, dari Bandung ke Batujajar, para sopir bisa menarik penumpang dari shelter khusus yang telah ditentukan," jelasnya.
Ia menilai, aksi protes para sopir tersebut berawal dari adanya miskomunikasi. Menurutnya, pihaknya telah menyampaikan dan menegur para sopir agar tidak terprovokasi.
"Hanya miskomunikasi saja dan kami pun sudah memberikan imbauan agar para sopir angkot ini tidak terprovokasi dengan situasi yang sebetulnya belum jelas di mana kerugiannya," ujarnya.
Baca Juga: Miliki Banyak Kemiripan dengan Seol In 'A Business Proposal', Kim Min Kyu: Aku Harus Menjaganya
Ia pun mengimbau, jangan sampai ada aksi premanisme seperti beberapa waktu lalu yang memberhentikan bus TMP tiba-tiba.
"Kalau sudah ditahan polisi, siapa yang bakal tanggung jawab," pungkasnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


