Spirit Kurban Jadi Tolok Ukur Integritas dan Kinerja ASN Bandung Barat

Momen perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah memiliki makna tersendiri bagi Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat Sandi Supyandi.

Spirit Kurban Jadi Tolok Ukur Integritas dan Kinerja ASN Bandung Barat
Untuk itu, dia mengajak seluruh ASN di wilayahnya untuk menjadikan nilai-nilai luhur kurban sebagai pedoman utama dalam bekerja dan mengabdi. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Momen perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah memiliki makna tersendiri bagi Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bandung Barat Sandi Supyandi.

Menurutnya, makna ibadah kurban kembali digali bukan hanya sebagai ritual agama, namun juga landasan moral bagi penyelenggara negara. 

Untuk itu, dia mengajak seluruh ASN di wilayahnya untuk menjadikan nilai-nilai luhur kurban sebagai pedoman utama dalam bekerja dan mengabdi. 

"Hakikat kurban yang berisi pendidikan moral, keikhlasan dan pengorbanan mutlak dijadikan ruh birokrasi demi mewujudkan Bandung Barat yang bermartabat dan amanah," kata Sandi, Rabu (27/5/2026).

Bagi Sandi, kurban merupakan simbol kemuliaan seseorang tidak diukur dari apa yang ia dapatkan untuk dirinya sendiri, melainkan dari kesediaan berkorban demi kepentingan yang lebih besar. 

Prinsip ini, kata dia, sangat relevan dan mendesak untuk diterapkan oleh para abdi negara. Jabatan dan kekuasaan yang diemban ASN bukanlah fasilitas atau hak milik pribadi, melainkan amanah berat yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada negara dan masyarakat, namun juga pada nilai etika dan moralitas pengabdian.

“Intisari kurban mengajarkan kita untuk mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, bekerja dengan ikhlas, rela berkorban demi pelayanan rakyat, disiplin dalam amanah, dan siap menjadi teladan," tuturnya. 

"Seperti halnya Nabi Ibrahim AS yang patuh dan tulus, ASN pun dituntut memiliki loyalitas murni. Loyalitas itu bukan kepada kelompok, bukan kepada individu, tapi loyalitas kepada rakyat, kepada pelayanan publik, dan kepada kemajuan daerah,” imbuhnya.

Lebih jauh, politisi PKB KBB yang mengawal urusan pemerintahan ini memaknai kedisiplinan birokrasi sebagai bentuk kurban di masa modern. 

Menurutnya, bekerja di pemerintahan berarti siap berkorban, seperti mengesampingkan rasa malas demi pelayanan cepat, menekan ego demi kerja sama tim yang solid, melepaskan kepentingan pribadi demi hajat hidup masyarakat, serta berani meninggalkan budaya kerja lama yang lambat menuju sistem yang inovatif dan profesional.

"ASN harus memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap Bandung Barat. Ketika daerah ini menghadapi persoalan seperti angka kemiskinan, birokrasi yang lambat, kualitas pendidikan yang masih rendah, infrastruktur yang tertinggal, hingga ketimpangan sosial, maka tidak ada ruang untuk bersikap pasif atau sekadar bekerja rutin. ASN wajib tampil sebagai pelopor solusi dan agen perubahan," bebernya.


Editor : Doni Ramdhani