Stasiun TV Diserbu Seruan Boikot, Denada Masih Tampil di Tengah Kontroversi soal Anak
Keputusan tersebut menuai kritik tajam, menyusul kontroversi yang menyeret nama Denada terkait pengakuan Ressa
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Salah satu stasiun televisi nasional tengah menjadi sorotan warganet setelah tetap menampilkan Denada dalam sebuah acara dangdut.
Keputusan tersebut menuai kritik tajam, menyusul kontroversi yang menyeret nama Denada terkait pengakuan Ressa, yang mengaku sebagai anak kandungnya.
Kolom komentar media sosial stasiun TV tersebut dipenuhi seruan boikot. Warganet menilai kehadiran Denada di layar kaca tidak sensitif terhadap polemik yang sedang berlangsung, terutama di tengah perjuangan Ressa yang meminta pengakuan sebagai anak kandung.
Akun @reysheka_abhiseva25 secara terbuka menyerukan agar publik berhenti menonton acara yang masih menghadirkan Denada.
Ia menilai penerapan cancel culture seharusnya dilakukan oleh penonton, bukan kru televisi. Menurutnya, dengan berhenti menonton, publik bisa menunjukkan sikap tegas terhadap artis yang tengah bermasalah secara moral.
Nada serupa disampaikan akun @devinovivyantijamilah yang mempertanyakan keputusan stasiun TV tersebut. “Masih dipakai aja ibu yang nggak ngakuin anaknya,” tulisnya, disertai emoji sedih.
Kritik juga datang dari @prastjr_, yang mempertanyakan mengapa Denada masih diberi ruang tampil di televisi. Sementara akun @nur_annisa14 menyebut situasi ini tidak adil, mengingat Ressa disebut masih berjuang mendapatkan hak dan pengakuan. Ia bahkan membandingkan dengan industri hiburan Korea Selatan yang dinilai lebih tegas dalam menyikapi kontroversi figur publik.
Kontroversi ini tak lepas dari pengakuan Ressa yang belakangan viral usai tampil di podcast Denny Sumargo. Ressa mengungkap bahwa ia tidak menuntut materi, melainkan hanya menginginkan pengakuan dari Denada sebagai ibu kandung demi ketenangan batin. Hingga kini, Denada belum memberikan pernyataan terbuka terkait pengakuan tersebut.
Editor : Firda Rachmawati

