STT PLN dan PT Hariff Kembangkan Listrik Kerakyatan
Sekolah Tinggi Teknik PLN (STT-PLN) dan PT Hariff Daya Tunggal Engineering berhasil membuat sebuah inovasi sumber listrik kerakyatan sekaligus pengurangan sampah di Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung,- Karya besar dalam membantu ketahanan energi nasional dan penanganan tumpukan sampah kembali hadir di Indonesia. Kali ini, inovasi pengembangan model energi terbarukan lahir dari inisiasi STT PLN bersama PT Harriff Daya Tunggal Engineering.
Kolaborasi kedua lembaga tersebut berhasil menciptakan sebuah inovasi dalam mengatasi permasalahan sampah dengan mengubahnya menjadi sumber energi listrik kerakyatan. Teknologi tersebut mereka sebut dengan Peuyemisasi karena dalam pengolahannya tak berbeda jauh dengan membuat peuyem atau fermentasi aerob.
Ketua STT-PLN, Supriadi Legino mengungkapkan, ide awal lahirnya teknologi peuyemisasi adalah keinginannya mendapatkan sumber listrik bagi masyarakat yang lebih murah. Karenanya, dalam pengembangan idenya mereka menerapkan beberapa kriteria yakni harus bisa dikelola oleh UMKM, teknologi yang sederhana, bahan energi harus terbarukan, serta bahan harus ada di lingkungan sekitar. Dari beberapa kriteria itulah menurut Supriadi, pada akhirnya para penemu memutuskan sampah sebagai bahan yang akan digunakan dalam pengembangan listrik kerakyatan tersebut.
"Intinya kita ingin mengembangkan listrik kerakyatan ini dari bahan yang ada di sekitar kita dan mudah didapatkan serta murah. Maka sampah lah yang kemudian menjadi pilihan. Sehingga tahap selanjutnya penelitian pun mulai di lakukan bagaimana caranya agar sampah dapat diubah menjadi sebuah sumber listrik kerakyatan hingga kemudian lahir teknologi peuyemisasi," ungkap Supriadi di sela acara seminar dan pelatihan bertajuk Peuyemisasi dan Gasifikasi sebagai Solusi Nyata Pengelolaan dan Pengolahan Sampah menjadi Energi di Kota Bandung berbasis Masyarakat dan UKM, Jumat (7/12/2018) di Aula PT.Hariff Daya Tunggal Engineering, Jl.Soekarno Hatta Kota Bandung.
Kini bersama PT. Hariff Daya Tunggal Engineering, STT-PLN pun terus mengembangkan metode Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dengan teknologi Peuyemisasi sebagai sumber energi listrik kerakyatan dan solusi penanganan sampah.
"Karena semangatnya melahirkan energi listrik kerakyatan. Maka pelatihan-pelatihan pengelolaan sampah inipun terus kami lakukan kepada sejumlah kalangan. Insya Allah ketika teknologi ini sudah dikenal luas masyarakat, bukan hanya persoalan sampah yang teratasi tetapi juga adanya sumber energi listrik baru bagi rakyat serta memiliki nilai ekonomi yang cukup bagus," ungkapnya.
Senada diungkapkan Sonny Djatnika Sunda Djaja sang penemu teknologi tersebut. Menurutnya, teknologi Peuyemisasi adalah solusi penanganan sampah yang sangat memiliki banyak manfaat. Karena ketika hal ini mampu diadopsi dan dikembangkan khususnya bagi daerah yang belum terjangkau layanan listrik, maka ada banyak sekali keuntungannya.
"Ini sebuah solusi model Listrik Kerakyatan yang dapat mulai diterapkan. Karena mengadopsi konsep pembangkitan skala kecil yang tersebar, yang dapat dibangun pada lahan sempit dan investasi yang terjangkau bahkan kalangan UMKM," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT. Hariff Daya Tunggal Engineering, Budi Permana mengungkapkan, saat ini PT. Hariff bersama STT PLN secara berkala terus memberikan edukasi dan pelatihan terkait teknologi Peuyemisasi tersebut. Dia berharap kolaborasi pihaknya bersama STT PLN terkait teknologi yang masuk dalam 40 Karya Inovasi Terbesar 2018 dari Kemenpan ini dapat menjadi solusi penanganan sampah melalui model Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS).
Budi menambahkan, terkait inovasi tersebut, Pemkot Bandung bahkan berencana untuk mencoba menggunakan teknologi ini di beberapa titik. "Beberapa waktu lalu, Pak Yana (Wakil Wali Kota Bandung) tertarik dengan teknologi ' peuyeumisasi' dan meminta kami untuk membuatnya,” ujarnya.
Menurut Budi, sebagai tahap awal, rencananya teknologi ini diterapkan di 5 TPS di Kota Bandung, di antaranya Taman Regol dan Jalan Indramayu, Kota Bandung.(ghi)
Editor : inilahkoran

