Stunting Naik, Dinkes Jabar Ajak Seluruh Pihak Implementasikan Geber Si Jumo dan Jamilah

Dinkes Jawa Barat mengajak seluruh pihak untuk dapat mengimplementasikan Gerakan Bersama Literasi Stunting, Imunisasi, Pencegahan DBD, Penanggulangan TBC dan Jaga Ibu Hamil serta Lingkungan Bersih dan Sehat (Geber Si Jumo dan Jamilah).

Stunting Naik, Dinkes Jabar Ajak Seluruh Pihak Implementasikan Geber Si Jumo dan Jamilah

INILAHKORAN, Bandung - Seiring dengan naiknya kasus stunting pada 2023 lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mengajak seluruh pihak untuk dapat mengimplementasikan Gerakan Bersama Literasi Stunting, Imunisasi, Pencegahan DBD, Penanggulangan TBC dan Jaga Ibu Hamil serta Lingkungan Bersih dan Sehat (Geber Si Jumo dan Jamilah).

Kepala Dinkes Jabar Vini Adiani Dewi mengungkapkan, kasus stunting mengalami kenaikan 1,5 persen pada 2023 silam.

Dimana pada 2022 sempat turun 4,3 persen dari 24,5 persen menjadi 20,2 persen. Namun pada 2023 naik menjadi 21,7 persen, angka anak stunting di Jawa Barat.

"190 ribuan anak se-Jawa Barat," ujar Vini saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 12 Juni 2024.

Padahal kata dia, ditargetkan pada 2025 mendatang, angka stunting di Jawa Barat harus turun ke 14 persen.

Situasi ini diakuinya menjadi beban tersendiri, bagaimana menurunkan angka stunting di Jabar. Sebab itu, Geber Si Jumo dan Jamilah sudah harus dilakukan secara bersama-sama, guna menekan tidak hanya stunting, tapi juga DBD dan TBC.

"Kita punya PR (pekerjaan rumah) sekitar 7,7 persen harus turun. Ini sangat sulit. Kalau tidak dicegah dengan Si Jumo dan Jamilah, otomatis akan bertambah terus," ucapnya.

Harapannya, selain stunting dapat diintervensi, juga penyakit lain seperti DBD dan TBC juga mampu tertangani, yang tentunya diperlukan kepedulian bersama dari masyarakat.

Apalagi Jabar kata Vini, telah mencanangkan lebih dulu pada 22 Mei silam. Mendahului pencanangan nasional, guna menekan semua potensi penghambat Indonesia Emas 2045.

"Sekarang semua yang berisiko kita harus zero. Untuk stunting, diharapkan turun tahun ini," tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti