Sudah 6 Orang Anak Meninggal Akibat Difteri di Sukahurip Garut

Sebanyak enam orang anak di bawah umur 12 tahun di Sukahurip Kabupaten Garut meninggal diduga setelah mengidap penyakit difteri

Sudah 6 Orang Anak Meninggal Akibat Difteri di Sukahurip Garut

INILAHKORAN, Garut -  Puluhan anak berusia di bawah 12 tahun di Desa Sukahurip Kecamatan Pangatikan positif terserang penyakit difteri dalam dua pekan ini.

Dugaan anak-anak di bawah umur 12 tahun di Sukahurip Kabupaten Garut terkena difteri setelah mereka mengalami gejala demam dengan suhu tinggi, sakit menelan, sesak napas, dan leher membengkak.

Bahkan, sebanyak enam anak di antaranya dilaporkan meninggal dunia diduga kuat juga akibat terserang penyakit disebabkan kuman Corynebacterium diphtheriaedifteri itu. Informasi lain menyebutkan, ada sebanyak tujuh anak meninggal dunia di Desa Sukahurip dengan lokasi berbeda diduga terserang difteri.

Beberapa anak lainnya yang terserang difteri dirujuk ke Rumah Sakit dr Slamet Garut untuk dilakukan perawatan dan pengobatan.

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut pun menyatakan kecolongan atas kejadian tersebut, dan menilai kasus difteri di Sukahurip merupakan temuan baru saat ini.

Kasus difteri tersebut diketahui setelah ada pasien berobat ke Puskesmas Cimaragas sepekan lalu.

"Sebenarnya pasien ini tidak berobat ke Puskesmas, (mereka) berobat ke pihak swasta, klinik. Kemudian juga meninggalnya enggak diketahui. Ternyata ada pasien berobat ke Puskesmas dan diduga dia difteri," kata Kepala Dinkes Garut Maskut Fariz kepada wartawan, Selasa  21 Februari 2023.

Menyusul temuan tersebut, lanjut Maskut, pihaknya melakukan pengecekan dan penelusuran langsung ke rumah pasien, termasuk menyangkut riwayat berobat pasien bersangkutan.

Ditemukan, ada sebanyak enam anak di Desa Sukahurip meninggal dunia dalam waktu berdekatan sekitar dua pekan sebelumnya.

Kendati belum sempat dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap keenam anak tersebut, namun dari sejumlah gejala diketahui sebelumnya, diduga mereka meninggal akibat difteri.

"Keenamnya memang gajalanya mirip difteri. Tapi belum sempat diperiksa. Sehingga sampai sekarang kematiannya belum ada kepastian. Tapi kemungkinan besar difteri," kata Maskut.

difteri sendiri merupakan penyakit menular disebabkan kuman Corynebacterium diphtheriae dengan ditandai adanya peradangan, terutama pada selaput bagian dalam saluran pernapasan bagian atas, hidung dan kulit.

Penyakit tersebut sangat mudah menular dan berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

Ciri dapat diketahui dari pasien terserang difteri antara lain demam suhu sekitar 38 derajat celcius, ada selaput putih keabu-abuan pada tenggorokan, sakit sewaktu menelan, leher membengkak seperti leher sapi disebabkan pembengkakan kelenjar leher, dan sesak napas disertai bunyi(stridor).

Pada laman Kementerian Kesehatan RI diketahui sebenarnya penyakit difteri dapat dicegah dengan imunisasi. Sehingga difteri termasuk jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (D3I).

Bayi berusia 0-11 bulan wajib mendapatkan 3 dosis imunisasi dasar DPT-HB-Hib pada usia 2,3, dan 4 bulan. Kemudian dilanjutkan dengan 1 dosis DPT-HB-Hib pada usia 18 bulan.

Pun anak SD/sederajat kelas 1 wajib mendapatkan 1 dosis imunisasi DT. Anak SD/sederajat kelas 2 dan 5 wajib mendapatkan imunisasi Td.(zainul mukhtar)


Editor : Ahmad Sayuti